Ekonomi Rumah Tangganya Bermasalah Jadi Alasan 21 ASN Kabupaten Bogor Gugat Cerai Pasangannya

Untuk jenis kelaminnya saya bisa kasih persentasenya, tapi kalau umur tidak ya rinciannya. Untuk laki-laki 24 persen dan perempuan 76 persen,

Ekonomi Rumah Tangganya Bermasalah Jadi Alasan 21 ASN Kabupaten Bogor Gugat Cerai Pasangannya
Tribun Bogor
ILUSTRASI - Puluhan pegawai Pemkab Bogor terjaring dalam operasi Gerakan Disiplin Daerah (GDD) pada Selasa (26/4/2016). 

Sebanyak 21 aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bogor mengajukan gugatan cerai di tahun 2019.

“Penyebabnya itu paling besar karena masalah ekonomi. Jadi awalnya mungkin dari ekonomi, lalu ujung-ujungnya ke perselisihan. Banyaknya si ke perselisihan,” kata Kasubbid Pembinaan Pegawai Bidang Pembinaan dan Pengembangan Karir (Bangrir) pada BKPP Kabupaten Bogor, Muhamad Zulfikar, saat dihubungi Wartakotalive.com, Senin (7/10/2019).

Dikatakan Zulfikar, hingga akhir September, jumlah ASN yang mengajukan cerai ada 21 orang.

Menurutnya, ASN yang mengajukan gugatan cerai itu terdiri dari kalangan PNS sampai yang telah berumur.

“Artinya permohonan cerai ini tidak melihat usia. Jadi memang yang sudah berumur ada, yang masih muda juga ada. Untuk jenis kelaminnya saya bisa kasih persentasenya, tapi kalau umur tidak ya rinciannya. Untuk laki-laki 24 persen dan perempuan 76 persen,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Zul itu menambahkan, alasan 21 ASN itu mengajukan cerai ditengarai karena masalah ekonomi dalam rumah tangganya tersebut.

Sejauh ini, lanjutnya, pengajuan permohonan perceraian itu masih dalam proses di pengadilan agama Kabupaten Bogor.

Sementara, bagi ASN yang mengajukan gugatan tersebut harus terlebih dulu meminta perizinan dari Bupati Bogor.

“Jadi Ibu Bupati itu bukan mengabulkan proses perceraiannya. Tapi mengabulkan izin untuk melakukan perceraian. Mengeluarkan izin untuk melakukan perceraian di pengadilan agama. Terlepas sudah selesai secara hukum atau belum, itu kita serahkan ke pengadilan agama,” kata Zul.

Sejumlah Kabel Menjuntai Seleher Orang Dewasa Oleh Warga Diikat dan Disangkutkan di Atap Toko

 

Penulis: Adi Kurniawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved