TGUPP

Dinilai Punya Prestasi dan Anggaran Naik Setiap Tahun, Gerindra Tolak Wacana Pembubaran TGUPP

Dinilai Punya Prestasi dan Anggaran Naik Setiap Tahun, Gerindra Tolak Wacana Pembubaran TGUPP. Alasannya DKI Jakarta belum Memiliki Wagub.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor:
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, S. Andyka saat bertemu dengan warga Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Kota Jakarta Utara 

Anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemprov DKI Jakarta yang meningkat dari Rp 18,9 miliar menjadi Rp 26,5 miliar menuai pro dan kontra di DPRD DKI Jakarta.

Sejumlah fraksi seperti PDI-P dan PSI meminta alokasi anggaran TGUPP tidak dibebankan pada APBD hingga meminta TGUPP dibubarkan. Namun pandangan berbeda justru datang dari Gerindra.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, S. Andyka mengatakan TGUPP memiliki salah satu prestasi yakni sengketa lahan Stadion BMW berhasil dimenangi di tingkat Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta.

"TGUPP masih efektif dan sangat diperlukan. Selain itu belum ada alasan kuat untuk membubarkan TGUPP," ujarnya, Minggu (6/10/2019).

"Apalagi sampai saat ini Gubernur masih bekerja sendirian, belum didampingi Wagub. RPJMD juga saat ini hanya dilaksanakan Anies dibantu oleh Bappeda, Sekda, dan Deputi," kata Andyka.

Justru pihaknya ingin mendorong Pemprov DKI Jakarta melalui TGUPP agar lebih transparan menunjukkan hasil kerja dalam upaya mewujudkn puluhan program prioritas Pemprov DKI Jakarta.

"SKPD jangan terlalu berlebihan menunggu TGUPP dalam berbagai tugasnya. SKPD & UKPD bekerja dalam tugasnya masing-masing, harus berkolaborasi dengan TGUPP dan DPRD," ucap Andyka.

Selain itu polemik TGUPP juga harus dilihat dengan cermat dan kepala dingin. Andyka melihat penilaian terhadap TGUPP karena mereka berada di bawah arahan langsung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Kita akan minta TGUPP lebih transparan membuka apa yang sudah dicapai sesuai RPJMD dibuka saja dan yang akan segera dicapai," ujar Andyka.

Adapun dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), anggaran TGUPP naik dari Rp 18,9 miliar tahun 2019 menjadi Rp 26,5 miliar tahun 2020.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sri Mahendra mengatakan usulan kenaikan anggaran TGUPP yang sebenarnya yakni Rp 21 miliar karena ada penyesuaian jumlah dan grade (tingkat golongan) anggota TGUPP.

Komentar Soal Jumlah Anggaran Berbeda-beda

Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sri Mahendra mengakui ada rencana kenaikan anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Hanya saja jumlahnya tidak sebesar Rp 26,5 miliar seperti yang ramai dibicarakan. Jumlah usulan  anggaran TGUPP sebenarnya Rp 21 miliar.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved