Cegah Abrasi dan Tsunami, Kolinlamil dan Warga Muara Gembong Tanam 4.000 Mangrove di Pantai Bakti

Komando Lintas Laut Militer bersama warga menanam 4.000 pohon mangrove di tepi Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Senin (7/10/2019).

Cegah Abrasi dan Tsunami, Kolinlamil dan Warga Muara Gembong Tanam 4.000 Mangrove di Pantai Bakti
istimewa
Kolinlamil bersama warga menanam 4.000 pohon mangrove di Pantai Bakti, Muara Gembong, Bekasi, Senin (7/10/2019). 

Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) bersama warga melaksanakan penanaman 4.000 pohon mangrove di tepi Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Senin (7/10/2019).

Penanaman dalam rangka memperingati HUT Ke-74 Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan memecahkan rekor MURI.

Aksi tanam mangrove mengusung tema 'Selamatkan Bumi untuk Anak Cucu Kita' ini menggandeng seluruh elemen masyarakat sebanyak 1.650 orang terdiri dari Kolinlamil 150 orang, Pemda Kabupaten Bekasi 150 orang, Korem 051 Wijayakarta 50 orang, Polres Bekasi 50 orang, Ormas Pemuda Pancasila 750 orang, KNPI 250 orang, Pelajar Muara Gembong 250 orang.

Kepala Staf Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksma TNI, Maman Firmansyah mewakili Panglima Kolinlamil, mengatakan kepedulian TNI AL terhadap lingkungan maritim sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan karya bhakti TNI AL berupa penanaman kembali lahan mangrove yang telah rusak.

Warga antusias tanam mangrove.
Warga antusias tanam mangrove. (istimewa)

Kedepan diharapkan penanaman itu dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, khususnya di wilayah Muara Gembong.

Tanaman mangrove sangat penting bagi kehidupan warga yang bermukim di wilayah pesisir.

Memperbanyak tanaman mangrove sama halnya meminimalisir dampak bencana.

Mangrove merupakan benteng alami yang mencegah abrasi atau pengikisan pantai serta meredam gelombang tsunami.

“Dahulu Muara Gembong merupakan kawasan pesisir tempat tumbuhnya ratusan hektar mangrove. Tapi sekarang banyak yang rusak," ujar dia, Senin (7/10/2019).

Rusak tanaman mangrove dikarenakan perkembangan populasi penduduk membuat alasan kebutuhan hidup menjadi pemanfaatan kayu mangrove secara berlebihan dan beralihnya fungsi hutan mangrove menjadi tambak yang akhirnya merusak ekosistem hutan mangrove.

"Maka dari itu, ini juga harus tumbuh kesadaran masyarakat setempat untuk lakukan penanaman mangrove dan nanti menjaganya," katanya.

Oleh karena itu tepat pada momentum HUT ke-74 TNI, Kolinlamil mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bekasi untuk peduli terhadap kondisi lingkungan pesisir pantai Muara Gembong dengan melakukan penanaman kembali atau rehabilitasi hutan mangrove.

"Ini diharapkan akan memberi manfaat yang luar biasa bagi masyarakat sekitar," kata Laksma TNI, Maman Firmansyah.

Kegiatan ini secara serentak juga berlangsung penanaman sebanyak 300.074 Mangrove di 74 titik satuan TNI dari Sabang sampai Merauke, dan terpusat di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dipimpin Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Penanaman 300.074 Mangrove mendapat penghargaan langsung dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena telah memecahkan rekor penanaman Mangrove terbanyak secara serentak di 74 titik wilayah Indonesia, dan TNI dinilai sebagai institusi yang peduli terhadap lingkungan.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved