World Junior Championships

Taklukkan China 3-1, Tim Indonesia Juara World Junior Championships 2019, Boyong Piala Suhandinata

Kemenangan Indonesia ditentukan oleh pasangan Putri Syaikah/Febriana Dwipuji Kusuma setelah mengalahkan Li Yin Jing/Tan Ning, dengan skor 16-21, 25-23

Taklukkan China 3-1, Tim Indonesia Juara World Junior Championships 2019, Boyong Piala Suhandinata
Badmintonindonesia.org
Tim junior Indonesia mencetak sejarah dengan memboyong Piala Suhandinata untuk pertama kalinya. Indonesia membawa pulang Piala Suhandinata setelah dalam laga final World Junior Championships 2019 mengalahkan Tiongkok dengan skor 3-1. 

Tim junior Indonesia baru saja mencetak sejarah dengan memboyong Piala Suhandinata untuk pertama kalinya.

Indonesia membawa pulang Piala Suhandinata setelah dalam laga final World Junior Championships 2019 mengalahkan Tiongkok dengan skor 3-1.

Seperti dilansir dari Badmintonindonesia.org, lemenangan Indonesia ditentukan oleh pasangan Putri Syaikah/Febriana Dwipuji Kusuma setelah mengalahkan Li Yin Jing/Tan Ning, dengan skor 16-21, 25-23, 21-13.

"Alhamdulilah bisa jadi penentu dan membawa Indonesia juara. Kalau sebelumnya saya jadi penentu tapi hasilnya belum bisa maksimal, jadi saya nggak mau terulang lagi kejadian itu, saya belajar dari pengalaman," kata Putri setelah pertandingan.

"Waktu di latihan kami sudah sering pasangan, tadi di pertandingan anggap saja latihan. Nggak mau mikirin menang-kalah, yang penting dapat satu demi satu poin dulu," lanjut Putri.

Penyisihan Grup A1 World Junior Championships 2019, Tim Junior Indonesia Menang 3-0 Atas Uganda

Susy Susanti Berharap Timnas Indonesia Junior Belajar dari Laga Final Asia Junior Championship 2019

Indonesia Turunkan Skuad Terbaik Untuk Hadapi Hongkong di Perempat Final Kejuaraan Dunia Junior 2019

Putri/Febriana sempat tertinggal jauh 4-11 di game pertama dan tertinggal 19-20 di game kedua.

Namun dengan semangat berapi-api, mereka memenangkan game kedua dengan adu setting dengan skor akhir 25-23. Di game ketiga, Putri/Febriana semakin tak terbendung.

"Sempat tegang di game pertama, tapi waktu interval, saya dengar supporter memberi semangat, saya jadi semangat lagi. Saya mikirnya sayang juga kan sudah sampai final, tanggung sudah sampai di final, harus mati-matian," ujar Febriana kepada Badmintonindonesia.org.

"Di game pertama pasangan Tiongkok mainnya no lob, dan kami tidak antisipasi pengembalian. Waktu unggul jauh di game ketiga, pikirannya ke nambah poin satu demi satu dulu. Nekad saja pokoknya," lanjutnya.

"Waktu Bobby kalah, saya tidak down sih, saya pikir memang itu belum rezeki, kan masih ada kesempatan, jadi jangan putus asa," jawab Febriana.

Halaman
12
Editor: Murtopo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved