PDAM Tirta Kerta Raharja dan Mitranya Sepakat Bikin Hujan Buatan biar Sungai Cisadane Tak Kering

“Selain untuk pelayanan air bersih, juga untuk membantu petani mengatasi ketersedian lahan pertanian.

PDAM Tirta Kerta Raharja dan Mitranya Sepakat Bikin Hujan Buatan biar Sungai Cisadane Tak Kering
warta kota
PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang mengadakan pertemuan bersama dengan mitra usaha pengguna air baku Cisadane. Pertemuan ini dalam rangka menyikapi kondisi Sungai Cisadane di musim kemarau yang masih terus berlangsung, Minggu (6/10/2019). 

Pertemuan bersama antara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang dengan mitra usaha pengguna air baku Cisadane menyikapi kondisi Sungai Cisadane yang terus kering kerontang imbas musim kemarau, akhirnya membuahkan kesepakatan.

Kedua belah pihak sepakat akan melakukan hujan buatan bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, dalam hal ini dengan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan BPPT terkait dengan hujan buatan di wilayah Tangerang. Hujan buatan ini diharapkan akan membantu mengatasi kemarau panjang. BPPT akan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum dilaksanakan hujan buatan,” kata Direktur Utama PDAM TKR Kabupaten Tangerang, Rusdy Machmud dalam keterangannya kepada Wartakotalive.com, Minggu (6/10/2019).

Pelaksanaan hujan buatan ini dikoordinir oleh Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Pengda Perpamsi) Provinsi Banten dan segera akan bersurat untuk tindaklanjutnya.

Perpamsi akan segera berkoordinasi dengan BPPT penggunaan Kapur Tohor aktif (CaO) sebagai bahan semai untuk meningkatkan efektivitas teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau disebut dengan hujan buatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid yang juga menjabat Dewan Pengawas PDAM TKR menambahkan pihaknya sangat mendukung rencana melakukan teknoligi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

Menurutnya ini sebagai langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui PDAM TKR dalam mengantisipasi kekurangan bahan baku air bersih.

“Selain untuk pelayanan air bersih, juga untuk membantu petani mengatasi ketersedian lahan pertanian. Karena area persawahan di Tangerang banyak bergantung pada sungai Cisadane,” ungkap Maesyal.

“Sungai Cisadane merupakan sumber air baku utama bagi pengelola air besih di Kabupaten Tangerang. Kalau kemarau berkepanjangan tentu akan mengganggu pelayanan air bersih, karena volume air akan terus menurun,” kata Rusdy.

Diakuinya, saat ini kondisi debit air Sungai Cisadane masih naik turun.

Turunnya debit air Sungai Cisadane dilihat dari Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10. Namun kondisi ini masih normal.

“Kami mencari rumusan menyikapi kondisi air Sungai Cisadane agar tidak mengganggu pelayanan air bersih warga Tangerang,” ucap Rusdy yang juga menjabat Ketua Pengda Perpamsi Provinsi Banten.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved