Layanan Umum

Cisadane Surut, Tangerang Pertimbangkan Hujan Buatan

“Kami akan koordinasi dengan BPPT terkait hujan buatan di wilayah Tangerang. Hujan buatan ini diharapkan akan membantu mengatasi kekeringan."

Penulis: Andika Panduwinata | Editor:
Warta Kota/Nur Ichsan
Permukaan air Sungai Cisadane, yang melintasi Kampung Sewan Lebak, Rt 02/04 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, menyusut tajam di musim kemarau seperti sekarang ini, Senin (19/8/2019). 

PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang mengadakan pertemuan bersama dengan mitra usaha pengguna air baku Cisadane.

Pertemuan ini dalam rangka menyikapi kondisi Sungai Cisadane di musim kemarau yang masih terus berlangsung.

Direktur Utama PDAM TKR Kabupaten Tangerang Rusdy Machmud menyampaikan, saat ini pihaknya dan mitra usaha yang mengelola air bersih sangat mengkhawatirkan  kelangsungan produksi serta pelayanan air bersih.

Air Berubah Warna, Dijanjikan Tandon Air: Warga Penjaringan Masih Menunggu Realisasi

Sempat Bening Tapi Berbau, Air Palyja di Penjaringan Kembali Berubah Warna

VIDEO: Warga Bandengan Keluhkan Air Palyja Warna Warni dan Bau

“Sungai Cisadane merupakan sumber air baku utama bagi pengelola air bersih di Kabupaten Tangerang. Kalau kemarau berkepenjangan akan mengganggu pelayanan air bersih, karena volume air akan terus menurun,” kata Rusdy, dalam keterangannya kepada Warta Kota, Minggu (6/10/2019).

Rusdy mengatakan, saat ini kondisi air Sungai Cisadane masih naik turun. Hal itu terlihat dari ketinggian permukaan air.

Turunnya debit air Sungai Cisadane dilihat dari Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10. Namun kondisi ini masih normal.

VIDEO: Kesal Air PAM Berubah-ubah Warna, Warga Koja Terpaksa Beli Air untuk Minum dan Mandi

Dikritik Warga Soal Air Warna-warni, Palyja Cek Jaringan Pipa

Palyja Minta Maaf dengan Terjadinya Ketidaknyamanan Warga karena Air Warna Warni Bandengan Utara

"Kami mencari rumusan menyikapi kondisi air Sungai Cisadane agar tidak mengganggu pelayanan air bersih warga Tangerang," ucap Rusdy yang juga menjabat Ketua Pengda Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Provinsi Banten.

Hujan Buatan

Dalam pertemuan tersebut disepakati akan melakukan hujan buatan bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta.

Dalam hal ini dengan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan BPPT terkait dengan hujan buatan di wilayah Tangerang. Hujan buatan ini diharapkan akan membantu mengatasi kemarau panjang. BPPT akan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum dilaksanakan hujan buatan,” kata Rusdy.

Palyja Akui Temukan 5 Titik Kebocoran Pipa di Bandengan Utara

Warga Kritisi Respon Lamban Pihak Palyja Soal Air Warna-warni, Bingung Mengadu Ke Mana Lagi

Warga Bandengan Utara Keluhkan Buruknya Kualitas Air Pasokan Palyja, Berwarna Berbau Berbusa

Pelaksanaan hujan buatan ini dikoordinir oleh Pengda Perpamsi Provinsi Banten, dan segera akan bersurat untuk tindak lanjutnya.

Perpamsi akan segera berkoordinasi dengan BPPT penggunaan Kapur Tohor aktif (CaO) sebagai bahan semai untuk meningkatkan efektivitas teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau disebut dengan hujan buatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid yang juga menjabat Dewan Pengawas PDAM TKR menambahkan, pihaknya sangat mendukung rencana melakukan teknoligi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

Dampak Air yang Berubah Warna-Warni PAM Palyja, Warga Alami Gatal-gatal Sekujur Tubuh

VIDEO: Warga Tangerang Sholat Minta Hujan di Lapangan Kantor PDAM Tirta Kerta Raharja

BERITA FOTO : Jajaran PDAM Tirta Kerta Raharja Bersama Warga Masyarakat Gelar Salat Minta Hujan

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved