HUT TNI

Gatot Nurmantyo: Presiden akan Kehilangan Dua Tangan Kalau TNI dan Polri Dibenturkan

MANTAN Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo meminta agar TNI dan Polri jangan mau dibenturkan.

Gatot Nurmantyo: Presiden akan Kehilangan Dua Tangan Kalau TNI dan Polri Dibenturkan
Zuhdiar Laeis
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo 

MANTAN Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo meminta agar TNI dan Polri jangan mau dibenturkan.

Ia berpandangan, Polri adalah tangan kanan Presiden dalam kondisi tertib sipil, sedangkan TNI adalah tangan kiri Presiden.

Tapi menurutnya, dalam darurat militer terbalik, TNI sebagai tangan kanan, dan Polri sebagai tangan kiri.

Mahasiswa Desak Jokowi Bikin Perppu KPK Paling Lambat 14 Oktober, Ngabalin: Tidak Bagus Mengancam

Jadi menurutnya, baik TNI maupun Polri memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Maka jangan mau dibenturkan. Jangan mau dibenturkan, itu aja."

"Karena kalau dibenturkan, Presiden akan kehilangan dua tangannya," katanya, seusai menghadiri Upacara HUT Ke-74 TNI di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019).

Romli Atmasasmita Bilang Pihak yang Dorong Penerbitan Perppu KPK Menjerumuskan Jokowi

Gatot Nurmantyo juga mengajak semua prajurit TNI melakukan instropeksi dan evaluasi.

Pertama, terkait setiap ucapan, sikap, dan tindakan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, apakah para prajurit telah menjiwai sumpah prajurit sapta marga dan laporan wajib TNI.

Kedua, apakah para prajurit dalam setiap kegiatan yang dilakukan berorientasi pada kemaslahatan bangsa dan rakyat Indonesia.

Polisi Sebut Bom yang Disita dari Rumah Dosen IPB Mengandung Deterjen, Lada, Kaca, Hingga Paku

Ia menilai, tanpa dua hal itu, maka upaya pembangunan profesionalisme TNI tidak ada apa-apanya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved