Jakarta
Dikritik Warga Soal Air Warna-warni, Palyja Cek Jaringan Pipa
PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) mengirim tim teknis ke wilayah Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (5/10/2019).
Penulis: Luthfi Khairul Fikri |
PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) mengirim tim teknis ke wilayah Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (5/10/2019).
Hal itu didasari untuk memeriksa dan menyisir jaringan pipa suplai air di wilayah tersebut.
Sebab, air yang biasanya bersih dan jernih kini dalam sebulan terakhir di wilayah tersebut berubah menjadi warna merah, biru, hijau hingga hitam saat ingin digunakan untuk mandi maupun mencuci.
Selain berubah menjadi warna-warni, bau air juga sangat menyengat yang bisa menggangu pernapasan bagi yang menghirupnya.
Ditambah lagi air nampak terlihat keruh dan kental terkadang berbusa seperti terkena limbah yang sangat berbahaya.
• Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2 Hingga 10 Persen dengan Cara Ini
• KEMUNCULAN Veronica Koman di Televisi Australia, Mengaku Tidak Akan Berhenti Suarakan Masalah Papua
• Baru Dilantik Mulan Jameela dan Desy Ratnasari , Riwayat Pendidikan dan Pekerjaan Jadi Sorotan
• Jadwal Pendaftaran CPNS dan Informasi Penting Terkait Pendaftaran CPNS 2019, Lowongan Guru Terbanyak
Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Corporate Communications and Social Responsibility Palyja Lydia Astriningworo mengatakan pihaknya siap bertanggung jawab.
Bahkan, mereka juga akan terus berkoordinasi dengan pejabat daerah setempat dalam perbaikan saluran pipa ini guna meningkatkan pelayanan menjadi lebih baik lagi ke depannya.
"Palyja juga melakukan koordinasi dengan kelurahan, RT, RW dan warga setempat untuk menginformasikan kondisi saat ini," ujar Lydia dalam keterangannya kepada Wartakota.
Sebelumnya, Nafsiah (44), seorang warga Bandengan Utara, Rt 005/015, Penjaringan, Jakarta Utara mengeluhkan layanan air bersih milik PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja).
• BOCORAN BKN Penerimaan CPNS 2019 Mulai dari Formasi Sampai Link Resmi Pendaftaran
Bahkan, dia juga mengungkapkan banyak warga sekelilingnya turut merasakan hal sama dengan kejadian yang sangat merugikan tersebut.
“Yang satu disini saya RT 5, RT 4 juga, RT 7 juga, dan RT 15 terus dibelakang RT 11 dan 6 juga merasakan yang sama,” jelasnya.
“Jadi yang pakai PAM palyja ini ada sepuluh rumah di RT saya, RT 4 kurang lebih 10 di RT 11 dan 6 itu lebih banyak lagi,” sambung dia.
Untuk menyiasati itu pun ia terpaksa harus membeli air bersih dan galon isi ulang dengan biaya yang cukup merogoh kocek keluarganya.
• VIDEO: Istri dan Selingkuhan Gagal Bunuh Suami Pakai Jasa Pembunuh Bayaran
Nafsiah sangat berharap dengan kejadian ini pemerintah atau siapapun yang bersangkutan untuk segera memperbaiki. (M20)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/air-pam-palyja-warna-warni.jpg)