Wahidin Halim Tak Menampik Pencapaian Utama PAD Bersumber dari Perolehan Pajak Kendaraan Bermotor

Penghargaan diberikan karena Gubernur Banten Wahidin Halim dinilai mampu menggenjot pendapatan daerah dengan cara jemput bola dan melalui sistem

Wahidin Halim Tak Menampik Pencapaian Utama PAD Bersumber dari Perolehan Pajak Kendaraan Bermotor
istimewa
Kepala Badan Pendapatan Daerah Banten Opar Suhari didampingi Kabid Kominfo Pemprov Banten Amal Herawan Budi saat menerima penghargaan Indonesia Award di Jakarta, Kamis (3/10/2019). 

Penghargaan yang diterima pihak Provinsi Banten atas kreatifitas peningkatan pendapatan daerah (PAD) tidak terlepas dari perolehan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang cukup signifikan.

Hal itu dikatakan Gubernur Banten, Wahidin Halim, di hari ulang tahun ke- 19 Provinsi Banten tepat pada Jumat (4/10/2019) ini. Ia tidak menampik bahwa penopang utama PAD di Banten bersumber dari pajak kendaraan bermotor.

Maka, kata Wahidin, selain terus menggali potensi pendapatan pajak maupun retribusi dari sektor lain, Pemprov Banten juga akan terus melakukan inovasi-inovasi untuk menggali potensi pajak melalui PKB.

“Itu sebabnya semua perlu cara dan upaya dalam mempermudah pembayaran pajak bagi para wajib pajak. Maupun dengan memberikan pembinaan secara intensif bagi penunggak pajak,” ucapnya.

Penghargaan itu diberikan karena Gubernur Banten Wahidin Halim dinilai mampu menggenjot pendapatan daerah dengan cara jemput bola dan melalui sistem yang terintegrasi dengan baik.

Penghargaan diterima oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah Banten, Opar Suhari yang mewakili Gubernur pada Kamis (3/10/2019) malam di Jakarta.

Juri dalam penganugerahan apresiasi penghargaan ini adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan RB) Syafruddin.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemprov Banten yang dianggap berhasil dalam meningkatkan kemandirian daerah dengan terus melakukan inovasi serta kreativitas.

Terutama dalam upaya peningkatan pendapatan daerah dengan cara jemput bola, kemudahan pembayaran melalui sistem yang terintegrasi.

“Upaya selama ini dengan membangun aplikasi e-Samsat, menambah gerai-gerai Samsat yang dekat dengan masyarakat, pembayaran via ATM, minimarket dan marketplace online, dan juga mobil dan motor Samling (Samsat keliling) yang selalu mobile hadir di tengah masyarakat,” kata Kepala Bapenda Banten, Opar Suhari.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved