Fintech

Kredit Konsumer Masih Layak Dilirik oleh Pelaku Usaha Fintech

Perusahaan fintech yang melirik bisnis kredit konsumer diyakini masih akan cerah ke depannya.

Kredit Konsumer Masih Layak Dilirik oleh Pelaku Usaha Fintech
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Perusahaan fintech yang melirik bisnis kredit konsumer diyakini masih akan cerah ke depannya.

Meskipun Belum banyak perusahaan fintech yang masuk ke lini bisnis yang dikuasai oleh perbankan ini.

Hingga saat ini pembiayaan kredit konsumer fintech lending sangat potensial karena hingga Juli 2019, OJK mencatat akumulasi jumlah pinjaman sebesar Rp 49,79 triliun.

Dengan tingkat keberhasilan pengembalian (TKB) di fintech lending mencapai 97,48 persen.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Tumbur Pardede, mengatakan, pihaknya bersama OJK memberikan perlindungan secara lebih komprehensif kepada konsumen di bisnis fintech lending ini.

Geliat Pasar Saham, Analisis: Pindahkan Aset dari Instrumen Agresif ke Konservatif

"Seperti Satgas Waspada Investasi dan Online Dispute Resolution (ODR) sehingga industri ini terus berkembang dan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan perbankan untuk bisa 'naik kelas' dan mendukung ekonomi inkulsif di masyarakat," kata Tumbur kepada Kontan, kemarin.

Tumbur mengatakan, banyak UMKM yang merasakan dampak dari adanya kredit konsumer ini, khususnya dalam mendapatkan pinjaman modal.

Selain itu, pengajuan pinjaman yang ditawarkan oleh fintech P2P lending ini juga relatif mudah dan cepat.

Di sisi lain Kehadiran fintech P2P lending memberikan pemerataan bagi masyarakat yang unbankable (belum terjamah bank), atau yang tidak mendapatkan pendanaan konvensional.

Dalam menetapkan bunga di kredit konsumer, AFPI menetapkan kode etik kepada seluruh anggotanya.

Halaman
1234
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved