Jajan di PKL Masjid Agung Sunda Kelapa Kini Bisa Pakai Cashless Jakone Mobile

Dengan menjadi merchant JakOne Mobile, PKL Sunda Kelapa bisa menerima pembayaran non tunai berbasis QR Code.

Jajan di PKL Masjid Agung Sunda Kelapa Kini Bisa Pakai Cashless Jakone Mobile
istimewa
Jajan di PKL Sunda Kelapa Pakai Jakone Mobile 

Bank DKI menggandeng sejumlah Pedagang Kaki Lima dikawasan Masjid Sunda Kelapa menjadi merchant aplikasi JakOne Mobile.

Dengan menjadi merchant JakOne Mobile, PKL Sunda Kelapa bisa menerima pembayaran non tunai berbasis QR Code.

Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Bank DKI kepada pelaku UMKM di DKI Jakarta dan dukungan terhadap Program Kerja Pemprov DKI.

"Kami berharap, fasilitas gerobak ini bermanfaat bagi peningkatan pendapatan para pedagang sekitar masjid Sunda Kelapa” ujarnya saat penyerahan CSR Bank DKI berupa fasilitas gerobak dan etalase kepada PKL Sunda Kelapa di Jakarta (3/10).  
 
Ia mengatakan, Bank DKI siap membantu pedagang yang membutuhkan akses permodalan. Karena pihaknya telah menyediakan fasilitas kredit Monas 25,75 dan 500 yang dapat menunjang usaha mereka untuk dapat berkembang lebih pesat lagi.

“Apabila ada kebutuhan layanan perbankan lain yang diharapkan, Bank DKI siap berdiskusi dan membantu untuk pengembangan lebih lanjut, demi memaksimalkan layanan kepada para pedagang disini,” ujar Babay Parid.

Wakil Walikota Jakarta Pusat, Irwandi memberikan apresiasi bantuan yang diberikan Bank DKI kepada para pedagang di Masjid Sunda Kelapa.

“Ini masjid kebanggaan di Jakarta Pusat. Juga berada di kawasan ring satu di Jakarta Pusat. Jadi penataan PKL di kawasan ini harus lebih rapi dari kawasan yang lain. Apalagi pengunjungnya orang kantoran. Ini menjadi kebanggaan tetapi harus menjadi perhatian kita,” kata Irwandi.

Dengan adanya bantuan gerobak dan etalase tersebut, diharapkannya keberadaan PKL di Masjid Sunda Kelapa lebih rapi, indah dan membuat pengujung lebih nyaman.

Karena, tidak ada lagi kesan kumuh dan berantakan. “Ini sudah diberikan bantuan sama Bank DKI. Sekarang tugasnya para pedagang disini menjaga kebersihan dan kerapihan. Kita enggak mau PKL dianggap cuma bikin kotor dan kumuh. Kita ingin PKL bersih, rapi dan tidak kumuh. Kalau nanti ada pedagang enggak mau ikut aturan, hanya ada dua pilihan, mau mengupgrade dirinya atau keluar dari sini,” tegas Irwandi.

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved