Unjuk Rasa Mahasiswa
Darah pada Kain Kafan Maulana, Begini Penjelasan RS Polri
Muncul banyak darah di kain kafan Maulana alias Yadi yang meninggal saat aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI pada Rabu (24/9/2019) lalu.
Penulis: Rangga Baskoro |
Muncul banyak darah di kain kafan Maulana alias Yadi yang meninggal saat aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI pada Rabu (24/9/2019) lalu.
Darah itu muncul di bagian kepala Yadi saat hendak dimakamkan oleh pihak keluarganya.
Foto tersebut tersebar di media sosial hingga muncul dugaan bahwa Yadi bukan meninggal karena sesak napas.
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Kombes Edi Purnomo menjelaskan, pihaknya tak menemukan sama sekali bercak darah pada baju beserta celana Yadi saat jasadnya dibawa ke RS Polri pada Kamis (25/9/2019).
"Yang pasti saat datang di kamar jenazah tidak tampak perdarahan pada kepala. Baju dan celananya juga tidak ada bercak bercak darahnya," ucap Edi saat dikonfirmasi, Jumat (4/10/2019).
• Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2 Hingga 10 Persen dengan Cara Ini
• INUL Daratista Bongkar Kehidupan Pribadi: Tak Berhubungan dengan Suami hingga Ukuran Bra Jadi 42
• Dipancing Nafa Urbach, Akhirnya Lucinta Luna Ngaku Sebagai Pria di Masa Lalunya
Pada dasarnya, sambung Edi, setiap jasad manusia akan mengalami pendarahan pada bagian hidung dan telinga setelah meninggal akibat proses pembekuan darah tidak aktif.
"Oleh sebab itu, semua jenazah dilakukan penutupan pada lubang-lubang yang ada di seluruh jasadnya dengan kapas, biasanya padat dan banyak," ungkapnya.
Edi menjelaskan, kondisi seperti yang dialami pada jasad Yadi bisa jadi dikarenakan penutupan kapas pada lubang-lubang di tubuhnya tidak dipasang dengan benar.
• Setelah Habisi Anak Kandungnya, Pria Ini Lukai Istrinya Karena Pergoki Perbuatannya
"Bila jasad seseorang tidak diformali dan penutupan dengan kapas yang kurang pas. Maka, memungkinkan akan terjadi seperti itu," kata Edi. (abs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/rs-polri-siap-tampung-anak-tiri-pupung28.jpg)