Berita Video
VIDEO: Unit Kristen TPU Tanah Kusir Kumuh Tidak Terawat
Ratusan makam yang terhampar di lahan seluas empat hektar itu terlihat tidak tertata dengan baik.
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir telah lama menjadi lokasi sakral dengan sejumlah tokoh nasional, seperti mantan Wakil Presiden Republik Indonesia pertama, Mohammad Hatta atau Bung Hatta dimakamkan di sana. Namun, dibalik sejuknya suasana, TPU Tanah Kusir kini justru tidak terawat hingga menjadi lokasi pembuangan sampah warga.
Pemandangan tersebut terlihat ketika Warta Kota kembali menyambangi pemakaman yang berada di Jalan Bintaro Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Kamis (3/10/2019) siang. TPU Tanah Kusir yang terlihat tertata rapih pada bagian muka justru berantakan pada sisi dalam.
Seperti yang terlihat pada Unit Kristen TPU Tanah Kusir yang berada di sisi selatan areal pemakaman.
Ratusan makam yang terhampar di lahan seluas empat hektar itu terlihat tidak tertata dengan baik.
Areal pemakaman yang dibelah jalan itu pun terlihat berada sekitar dua meter di bawah jalan. Sehingga menyulitkan pengunjung yang hendak berziarah ke makam.
Kondisi tersebut diperburuk dengan tidak adanya tangga untuk menurun makam. Alhasil, pengunjung yang hendak menuju areal pemakaman Unit Kristen harus berhati-hati meniti puing bekas pembatas jalan yang runtuh.
Lantaran berada di bawah jalan atau sejajar dengan Kali Pesanggrahan, areal makam diungkapkan salah satu penjaga TPU Tanah Kusir kerap kali terendam. Sehingga, sejumlah makam sengaja dibangun berundak hingga setinggi dua meter.
Sementara, sebagian makam lainnya yang berada di dasar areal pemakaman terlihat hancur dan rusak. Tidak terhitung berapa jumlah makam yang bagian tengahnya berlubang ataupun kehilangan nisan.
"Kondisinya memang sudah lama begini, di bawah. soalnya emang tanahnya turun, makanya dari dulu makam di sini ikut kebanjiran, makanya ada yang dibangun tinggi terus ada tangganya biar nggak kerendem," ungkap salah satu penjaga makam.
Rusak dan berlubangnya makam diungkapkan sang penjaga makam dikarenakan pihak keluarga sudah tidak lagi mengurus makam. Sehingga makam dibiarkan rusak hingga hancur lantaran tidak adanya pembayaran retribusi makam.
"Banyak makam rusak karena nggak ada keluarga yang ngurus lagi, makanya ya begitu (terbengkalai)," ungkapnya.
Bukan hanya terbengkalai dengan sejumlah sampah yang terserak, areal makam juga diramaikan belasan kambing milik warga. Kambing itu sengaja dilepas liar untuk memakan rerumputan yang tumbuh di areal pemakaman.
Jadi Tempat Sampah
Buruknya pemandangan TPU Tanah Kusir semakin parah pada bagian belakang areal pemakaman yang berbatasan dengan Kali Pesanggrahan. Lahan kosong yang tidak terawat itu dijadikan lokasi pembuangan sampah warga.
Sejumlah kantong plastik berisi penuh sampah terlihat dibuang sembarang, sementara pada sisi lahan lainnya sampah terlihat telah dibakar. Hal itu terlihat dari luasnya area bekas pembakaran sampah serta ilalang yang hangus terbakar.
Terkait hal tersebut, Kasudin Kehutanan dan Pertamanan Jakarta Selatan, Sabdo Kurnianto enggan menjawab. Panggilan telepon ataupun pesan singkat terkait konfirmasi tidak berbalas. (dwi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/suasana-tpu-tanah-kusir.jpg)