TV Berlangganan Siarkan TV FTA Tanpa Izin, Pengamat: Jelas Pembajakan

maraknya pencurian program siaran milik TV Free to Air (FTA) yang kembali didistribusikan secara ilegal oleh sejumlah operator TV berlangganan.

TV Berlangganan Siarkan TV FTA Tanpa Izin, Pengamat: Jelas Pembajakan
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Setiap lembaga penyiaran televisi memiliki hak atas karya siaran produksinya.

Apabila ada pihak lain yang dengan sengaja melakukan penyiaran ulang dengan mendistribusikannya tanpa izin untuk keperluan komersial, maka termasuk ke dalam tindak pidana.

"Ini penyalahgunaaan dan ini jelas-jelas pembajakan. Pasti, ini perlu ditindak tegas, karena bila tidak, ini akan menjadi preseden buruk buat industri penyiaran di Tanah Air," kata Irfan Akhyari, pengamat hukum, Kamis (3/10/2019).

Pengamat Hukum dari Unversitas Trisakti ini menanggapi maraknya pencurian program siaran milik TV Free to Air (FTA) yang kembali didistribusikan secara ilegal oleh sejumlah operator TV berlangganan.

Terpuruk, Begini Kondisi Penjualan Mobil Kategori LCGC selama Bulan Agustus 2019

Termasuk juga memungut biaya atas konten siaran FTA yang tidak dimiki hak siarnya oleh TV parabola dan kabel berlangganan.

Irfan mengatakan, setiap orang yang melakukan penyiaran tanpa izin atau tanpa mempunyai izin dari pihak yang berwenang, termasuk ke dalam tindakan yang bertentangan dengan UU Penyiaran.

Irfan mengatakan, secara regulasi terkait lembaga atau pihak-pihak tertentu yang diperbolehkan untuk melakukan penyiaran sudah diatur dalam UU Penyiaran No. 32 Tahun 2002.

FFA Minta Maskapai AS Periksa Boeing 737 NG, Gara-gara Dimodifikasi di China?

"Di dalam definisi UU No. 32 Tahun 2002 mengenai Penyiaran sudah jelas lembaga penyiaran itu terdiri dari lembaga penyiaran publik, lembaga penyiaran swasta, penyiaran komunitas, maupun lembaga penyiaran berlangganan yang harus memenuhi syarat dan ketentuan yang diatur dalam UU Penyiaran tersebut," katanya.

Irfan mengatakan, pembajakan bukanlah kasus yang baru saja muncul di dunia penyiaran.

"Ini bukan hal yang baru, tetapi memang saya melihat pengawasannya yang tidak efektif serta kurangnya ketegasan pemerintah terhadap pelaku pembajakan tersebut," katanya.

Meski Ditolak, Mata Uang Digital Libra Dapat Dukungan dari Visa dan Mastercard

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved