Rusuh Papua

Tiba di Jayapura, Tim Kemanusiaan Pemprov Banten Langsung Data Warga dan Buka Posko

Tim Kemanusiaan yang dibentuk Gubernur Banten untuk mengevakuasi warga asal Banten yang terdampak kerusuhan di Wamena, Rabu telah tiba di Jayapura.

Tiba di Jayapura, Tim Kemanusiaan Pemprov Banten Langsung Data Warga dan Buka Posko
Warta Kota/Andika Panduwinata
Tim gabungan terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Sosial , Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian serta Taruna Siaga Bencana telah tiba di Jayapura, Kamis (3/10/2019). 

Tim Kemanusiaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang telah dibentuk Gubernur Banten Wahidin Halim untuk mengevakuasi warga asal Banten yang terdampak kerusuhan di Wamena, Papua pada Rabu (2/10/2019) kemarin telah tiba di Jayapura.

Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan penyisiran dan pendataan terhadap warga Banten yang masih tertahan sekaligus membuka posko kemanusiaan untuk mempermudah proses evakuasi dan pendataan kepulangan mereka ke Banten.

Tim gabungan terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Tim yang dikomandoi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Kusmayadi mendata dari warga Banten yang berada di pos pengungsian Masjid Aqsa, Sentani.

Penyisiran pendataan dilakukan setelah mendarat di Bandara Sentani, Jayapura, Kamis (3/10/2019), pukul 06.00 WIT.

Sandiaga Uno Disorot Jurnalis Internasional Bertemu Pimpinan Anti Islam dan Imigran

 FAKTA BARU, Tokoh Komunis Hapal A Quran Tewas Ditembak Tentara Ini Dapat Surat Wasiat Bung Karno

 NAJWA Shihab Meradang Disebut Antek Soeharto, Diserang Habis-habisan Foto dengan Tommy Viral

Kusmayadi menejelaskan, pendataan ini dilakukan agar mempercepat dan mempermudah proses pemulangan warga Banten ke kampung halamannya.

“Informasi awal, sudah ada sekira 16 orang yang telah terdata di wilayah Sentani. Sebanyak 9 warga asal Kota Serang dan 7 warga asal Kabupaten Serang,” ujar Kusmayadi dalam keterangannya kepada Warta Kota, Kamis (3/10/2019).

Dikatakan Kusmayadi, saat ini pendataan masih terus dilakukan karena dari informasi awal yang dihimpun tim, masih ada beberapa warga yang tercecer di daerah lain seperti Wamena, Waena dan AB Jaya.

Sementara, untuk warga Banten yang sudah terkumpul sedang dilakukan assesment validasi data administrasi kepulangangan.

 Setelah Habisi Anak Kandungnya, Pria Ini Lukai Istrinya Karena Pergoki Perbuatannya

Halaman
123
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved