Situasi Jakarta Belum Stabil, Anies Baswedan Batal ke Denmark

Gubernur DKI Anies Baswedan membatalkan kunjungan ke Denmark karena situasi di Jakarta dinilai belum stabil.

Situasi Jakarta Belum Stabil, Anies Baswedan Batal ke Denmark
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Polusi udara terlihat di langit Jakarta, Senin (3/9/2018). Menurut pantauan kualitas udara yang dilakukan Greenpeace, selama Januari hingga Juni 2017, kualitas udara di Jabodetabek terindikasi memasuki level tidak sehat (unhealthy) bagi manusia. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terpaksa membatalkan kunjungan kerjanya ke Kota Copenhagen, Denmark pada Senin (7/10/2019) mendatang.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini membatalkan kerjanya karena mempertimbangkan ketegangan DKI Jakarta dengan maraknya demonstrasi berujung ricuh.

“Tidak (batal pergi), dengan situasi Jakarta seperti ini,” kata Gubernur Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pda Kamis (3/10/2019).

Menurut Anies melihat perkembangan situasi Jakarta beberapa hari ini, sangat tidak mungkin dia pergi meninggalkan Ibu Kota. Apalagi potensi kericuhan yang terjadi di Jakarta akibat unjuk rasa bisa saja terjadi lagi.

“Situasi keamanan dan ketertiban masih belum sepenuhnya baik (stabil), maka saya putuskan untuk tidak berangkat dan tetap berada di Jakarta,” jelas Anies.

Anies menjelaskan, kunjungan kerjanya ke negara Denmark pada pekan depan untuk menghadiri pertemuan Forum Perubahan Iklim C40 Mayors Summit.

Selain DKI Jakarta, kata dia, sejumlah kota besar dari negara di dunia akan datang untuk membahas isu tentang lingkungan hidup.

“Dan Jakarta perlu hadir untuk menyampaikan program-program yang kami lakukan sebagai bagian dari masyarakat dunia. Karena dunia melihat kami, terutama melihat masalah tentang lingkungan, kualitas udara, dan sebagainya,” ujar Anies.

Berdasarkan data yang diperoleh, forum tersebut digagas oleh C40 Cities Climate Leadership Group.

Organisasi itu merupakan organisasi internasional yang beranggotakan 90 kota di dunia, termasuk Jakarta.

Mereka fokus pada isu perubahan iklim dan pengembangan kota urban.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved