Siswi Australia Jadi Pendaki Perempuan Termuda Menggapai Puncak Tertinggi Keenam di Dunia, Cho Oyu

Seorang siswi SMA Australia berusia 16 tahun menjadi perempuan termuda yang mencapai puncak Cho Oyu (8.188m), gunung keenam tertinggi di dunia.

Siswi Australia Jadi Pendaki Perempuan Termuda Menggapai Puncak Tertinggi Keenam di Dunia, Cho Oyu
istimewa
Phunuru Sherpa (kiri) dan pendaki AustraliaGabrielle Jane Kanizay di Gunung Cho Oyu (8.188m). 

Seorang siswi SMA Australia berusia 16 tahun menjadi perempuan termuda yang mencapai puncak Cho Oyu (8.188m), gunung keenam tertinggi di dunia.

Siswi asal Brighton, kota kecil dekat Melbourne itu mencapai puncak yang terletak di perbatasan China dan Nepal itu pada 25 September 2019.

Gunung Cho Oyu (8.611m) dipayungi awan lenticular.
Gunung Cho Oyu (8.611m) dipayungi awan lenticular. (istimewa)

Ia dan ibunya bersama lima sherpa (pendaki pendukung) bergabung bersama International Mountain Guides Cho Oyu Expedition. 

2 Pendaki Indonesia Menggapai Puncak Matterhorn, Merah Putih Berkibar di Pucuk Eropa

Dalam ekspedisi tersebut, salah satu sherpa, Phunuru Sherpa juga mencetak rekor dengan 19 kali mencapai puncak Cho Oyu.

Gabrielle Jane Kanizay dan putrinya tahun lalu menjejakkan kaki di Everest Base Camp dan tahun ini memutuskan mendaki Cho Oyu. 

Dalam catatan setempat, pendaki laki-laki termuda yang mencapai puncak Cho Oyu adalah Matt Moniz dari Amerika Serikat pada tahun 2014.

Tebing Matterhorn
Memanjat tebing (istimewa/Sofyan Arief Fesa)

Pendakian gunung tinggi oleh anak-anak muda mulai banyak dilakukan pada 2010 sehingga Asosiasi Pendaki Gunung China (CMTA) dengan berbagai pertimbangan lalu menetapkan batas usia 18 tahun yang diizinkan untuk mendaki puncak tertinggi dunia, Gunung Everest (8.848m).

Pembatasan usia itu dikeluarkan menyusul kontroversi yang muncul setelah Jordan Romero yang berusia 13 tahun menjadi pendaki termuda yang mendaki Everest.

Begini Curamnya Lereng Gunung Matterhorn, Pendakian Spiritual Sofyan Untuk Mendiang Sahabat

Dalam pendakian itu Romero ditemani Temba Tseri Sherpa yang berusia 16 tahun dan kehilangan beberapa ruas jari karena terkena frostbite (radang dingin). 

CMTA menyatakan upaya pencapaian oleh pendaki termuda kerap menimbulkan tekanan yang tidak seharusnya terjadi.

Penulis: Max Agung Pribadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved