Berita Bogor

PDAM Tirta Kahuripan Bantah Pernyataan Bupati Bogor soal Hibah Korea Selatan

Agus Riyanto menepis adanya pernyataan Bupati Bogor Ade Yasin yang menyebut pemkab Bogor, Jawa Barat, batal membawa bantuan hibah berupa alat pengelo

PDAM Tirta Kahuripan Bantah Pernyataan Bupati Bogor soal Hibah Korea Selatan
M Fikri Setiawan
Bupati Bogor, Jawa Barat Ade Yasin. 

CIBINONG, WARTAKOTALIVE.COM -- Kepala Bagian Humas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan, Agus Riyanto menepis adanya pernyataan Bupati Bogor, Ade Yasin yang menyebut pemkab Bogor, Jawa Barat, batal membawa bantuan hibah berupa alat pengelolaan air dari Korea Selatan (Korsel) senilai Rp140 miliar.

Pasalnya, sepulangnya orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu dari Korea, bahwa PDAM Tirta Kahuripan hanya belajar tentang bagaimana memproduksi air bersih tanpa banyak menggunakan bahan kimia.. 

Serta, gagalnya Pemkab Bogor menerima hibah alat pengelolaan air ditenggarai persoalan administrasi, salah satunya perihal pajak.

"Pajak yang harus dibayar sebesar 25 persen dari nilai alatnya Rp3,5 miliar. Itu harus diselesaikan dulu. Jadi kemarin lebih banyak transfer ilmu dulu dalam pengelolaan air," ujar Bupati Bogor, Ade Yasin kepada wartawan, Rabu (2/10).

Terpisah, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol (Kabag Humas) PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Agus Riyanto membantah keras batalnya bantuan hibah yang akan diperoleh pihaknya itu.

"Nggak gagal kok, bantuan hibah berupa alat pengelolaan air dari pemerintah Korea Selatan itu. Intinya tetap berlanjut," kata dia.

Ia melanjutkan, kaitan rumor adanya pembatalan pemberian hibah dari Korsel ke PDAM Tirta Kahuripan karena adanya pajak sebesar 25 persen tersebut, dianggap dirinya tidak benar.

"Pajak Bea Masuk alat dari Korsel ke Indonesia itu ditanggung oleh pemberi hibah atau pemerintah korsel. Dan itu sesuai dalam MoU yang telah dibuat pada Mei 2019 lalu di Pendopo Bupati Bogor," jelasnya.

Adapun, terkait bantuan hibah senilai Rp 3,5 miliar berupa alat pengelolaan air, pihaknya memastikan akan terealisasi di tahun 2019 ini.

"Bantuan hibah yang sebelumnya juga, berupa alat yang sama dengan nilai Rp3,5 miliar itu tetap masih berlanjut dan malah akan rampung di tahun ini," ujarnya, Kamis (4/10).

Lebih jauh ia menerangkan, bantuan hibah senilai Rp 3,5 miliar itu nantinya akan dimanfaatkan untuk penambahan kapasitas produksi air dan cakupan layanan hingga 1.000 sambungan baru di wilayah Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. (akn)

Penulis: Adi Kurniawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved