Kementerian Perindustrian Tambah 20.000 Pengusaha Baru di Akhir 2020

Kementerian Perindustrian atau Kemenperin memiliki target spesifik untuk menambah 20.000 pengusaha baru pada akhir tahun 2020.

Editor: Eko Priyono
Istimewa
Suasana Seminar dan Expo 2019 yang digelar PP Kagama-Pengda Kagama Sumatera Utara di Ballroom Hotel Adimulia Kota Medan, Kamis (3/10/2019). 

Kementerian Perindustrian bertekad mencetak pengusaha baru pada akhir tahun 2020 hingga 20.000 orang.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada atau PP Kagama, AAGN Ari Dwipayana, Kamis (3/10/2019) di Jakarta.

“Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memiliki target spesifik untuk menambah 20.000 pengusaha baru pada akhir 2020," ujar Ari yang juga Staf Khusus Presiden Bidang Politik dan Pemerintahan itu.

Menurut Ari, langkah Kemenperin tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah Indonesia dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kondusif.

Pemerintah, lanjut Ari, juga mengadakan berbagai program termasuk pendampingan, mentorship (bimbingan), sampai dukungan dalam bentuk fasilitas.

Ari menambahkan, hal-hal tersebut memerlukan sinergi dan konvergensi lintas sektor yang terkait terutama untuk mewujudkan ekosistem kewirausahaan dan kewirausahaan sosial di Indonesia.

"SDM (Sumber Daya Manusia) generasi muda dan kompetensinya harus ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional," ucapnya.

Ari menilai penting bagi kita semua untuk ikut merefleksikan kondisi dan kesiapan sektor kewirausahaan dan kewirausahaan sosial oleh para ahli dan praktisi yang mumpuni di bidangnya.

Menurut Ari, di era revolusi industri 4.0 ini, kewirausahaan yang berorientasi profit maupun kewirausahaan sosial mempunyai tantangan yang tidak ringan.

Pasalnya, dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta jiwa, sektor perekonomian membutuhkan pengusaha setidaknya 40 juta orang. Belum lagi soal inovasi dan tuntutan kebutuhan pekerjaan yang berkualitas.

“Tidak hanya entrepreneur, kita butuh high impact entrepreneur,” jelas Ari.

Hal tersebut, kata Ari, membutuhkan dedikasi sumber daya agar dapat membangun ekosistem yang dinamis dan komunitas entrepreneur yang produktif serta berdampak ke masyarakat luas.

Apalagi jumlah wirausahawan di Indonesia masih terlalu kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.

Ari kemudian mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut di tahun 2018 jumlah wirausahawan di Tanah Air baru sebanyak 3,1 persen dari total jumlah penduduk di Indonesia.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved