Indahnya Kampung Batik di Jalan Mayang, Setiap Tembok Rumah Warga Dihiasi Berbagai Motif Batik

Kami juga ada agenda rutin setiap Rabu dan Jumat mulai dari jam 10 pagi sampai 4 sore, terima kelas membatik juga,” ungkapnya.

Indahnya Kampung Batik di Jalan Mayang, Setiap Tembok Rumah Warga Dihiasi Berbagai Motif Batik
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Suasana Kampung Batik di Jalan Mayang, Larangan, Kota Tangerang, Kamis (3/10/2019). 

Pemandangan menarik menghiasi jalan permukiman warga di Jalan Mayang RT 02/11, Larangan, Kota Tangerang.

Saat melintasi jalan gang tersebut, kita akan dibuat terpesona dengan keindahan gambar berbagai jenis motif batik yang dilukis di setiap tembok rumah warga.

Tak heran, mural bermotif batik tersebut membuat daerah ini dijuluki Kampung Batik yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah pada September 2018 lalu.

Chairman Board of Director Sanggar Batik Kembang Mayang, Zulifni Adnan, menceritakan, awal keberadaan Kampung Batik di daerahnya ini bermula sejak 2017 lalu.

“Awalnya kami mau ikut lomba menghias kampung, tapi kalau ngecat tembok mural biasa enggak ada uniknya, akhirnya ada pegiat batik yang buat batik di tembok,” ungkap Zulifni.

Pemilihan motif batik untuk digambar di tembok ternyata memancing warga sekitar untuk mempelajari kesenian membatik mulai dari tahap awal hingga selesai.

Warga akhirnya sepakat membuat Sanggar Batik Kembang Mayang yang berbagi tempat dengan posyandu untuk menjalankan aktivitasnya mengadakan kegiatan membatik dan pelatihan.

“Kami juga ada agenda rutin setiap Rabu dan Jumat mulai dari jam 10 pagi sampai 4 sore, terima kelas membatik juga,” ungkapnya.

Para warga yang didominasi oleh ibu-ibu semula tidak bisa membatik sama sekali, keahlian itu pelan-pelan didapatkan dari pelatihan membatik yang diajarkan oleh pembatik profesional.

Setidaknya dua motif batik asli dari Sanggar Batik Kembang Mayang sudah diciptakan, yakni motif Batik Kembang Mayang yang menjadi ciri khas identitas komunitasnya dan motif Tirta Suci yang menjadi permintaan wali kota.

Zulifni mengaku masih banyak pekerjaan rumah bagi daerahnya untuk bisa mengambangkan potensi warga sekitar yang tertarik dengan batik.

Harapannya pertama adalah ingin menghias seluruh tembok rumah di daerahnya dengan motif batik.

“Kami juga pengin bangun sanggar sendiri, jadi tidak bersama posyandu lagi, karena kan banyak peralatan membatik dan kami butuh ruang lebih lagi sekarang,” ungkapnya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved