Dorong Perkembangan Kampung Batik di Tangerang, Disbudpar Berikan Pelatihan

Dorong Perkembangan Kampung Batik di Tangerang, Disbudpar Berikan Pelatihan. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Dorong Perkembangan Kampung Batik di Tangerang, Disbudpar Berikan Pelatihan
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Suasana Kampung Batik di Jalan Mayang, Larangan, Kota Tangerang, Kamis (3/10/2019). 

KEHADIRAN kampung tematik di Kota Tangerang tidak lepas dari peran pemerintah setempat yang menjadikannya program untuk membenahi suatu daerah.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Rina Hernaningsih menjelaskan, kampung tematik yang bersinergi dengan pihaknya merupakan kampung yang fokus pada kebudayaan, seni, dan sejenisnya.

Salah satu kampung yang bersinergi dengan Disbudpar adalah Kampung Batik di daerah Larangan, Kota Tangerang.

Link Live Streaming dan Prediksi Pemain AZ Alkmaar vs Manchester United, Live SCTV, Poga Absen Lagi

Rina menerangkan, dalam hal Kampung Batik, pihaknya memberi contoh mendukung lewat pelatihan membatik.

"Kampung batik di Larangan kami ikut membantu, kalau di Kampung Batik kami mengadakan pelatihan-pelatihan di beberapa tempat," kata Rina, Kamis (3/10/2019).

Kendati demikian, kemajuan kampung tematik sendiri tidak lepas dari peran warga di dalamnya yang ingin terus berinovasi.

Rina menambahkan, kini beberapa warga di kampung batik sudah memulai bisnis dengan menjual hasil karyanya setelah mengikuti pelatihan membuat batik.

"Sekarang mereka ada yang membuat tas dan menjual batik, juga membuat bantal, mereka membuat sendiri," ungkapnya.

Diduga Memiliki dan Menyimpan Ganja di Beberapa Kemasan, Pesinetron Rivat Umar Ditangkap Polisi

Di kampung batik sendiri, berdiri sebuah sanggar yang fokus pada pelatihan dan menggelar kegiatan membatik secara rutin yang disebut Sanggar Batik Kembang Mayang.

Chairman Board of Director Sanggar Batik Kembang Mayang, Zulfini Adnan mengaku masih banyak pekerjaan rumah bagi daerahnya untuk bisa mengambangkan potensi warga sekitar yang tertarik dengan batik.

Harapannya pertama adalah ingin menghias seluruh tembok rumah di daerahnya dengan motif batik.

"Kami juga pengen bangun sanggar sendiri, jadi tidak bersama posyandu lagi, karena kan banyak peralatan membatik dan kami butuh ruang lebih lagi sekarang," ungkapnya.

Bursa Bola Jakarta Perhitungkan Keunggulan AZ Alkmaar Hadapi Manchester United

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved