Jurnalis Arab Saudi Hilang

Berlalu 1 Tahun, Diduga Libatkan Pangeran MBS, Ini Kronologi Pembunuhan Jamal Khashoggi yang Misteri

SATU tahun telah berlalu, ketika dunia internasional dikejutkan dengan sebuah kasus dugaan pembunuhan seorang jurnalis Arab Saudi.

Berlalu 1 Tahun, Diduga Libatkan Pangeran MBS, Ini Kronologi Pembunuhan Jamal Khashoggi yang Misteri
thedailybeast.com
JAMAL Khashoggi dan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) 

Pada 24 Oktober 2018, putra mahkota mengatakan skandal pembunuhan Khashoggi 'sangat menyakitkan bagi seluruh rakyat Saudi dan menyebutnya sebagai insiden yang menjijikkan'.

Pada 2 November, Erdogan mengatakan perintah pembunuhan itu datang dari 'tingkat tertinggi' pemerintah Saudi.

Pada 15 November, Amerika Serikat mengumumkan sanksi terhadap 17 warga Arab Saudi yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Langkah AS kemudian dikuti Jerman, Perancis, dan Kanada.

PUTRA Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dan Jurnalis Jamal Khashoggi
PUTRA Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dan Jurnalis Jamal Khashoggi (heisenbergreport.com)

Putra Mahkota Pangeran MBS diduga terlibat

Pada 16 November 2018, The Washington Post mengutip sejumlah sumber anonim yang menyatakan bahwa Badan Intelijen Pusat AS (CIA) telah menyimpulkan bahwa putra mahkota Arab Saudi terlibat dalam rencana pembunuhan Khashoggi.

Namun dugaan keterlibatan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) itu dibantah Presiden Trump yang mengatakan bahwa CIA tidak memberikan kesimpulan yang pasti.

Pada 4 Desember 2018, anggota senat dari Partai Republik mengaku telah menerima penjelasan dari CIA bahwa mereka percaya akan keterlibatan putra mahkota dalam pembunuhan Khashoggi.

Pada 13 November, Senat mengadopsi resolusi yang menyatakan bahwa putra mahkota bertanggung jawab dalam kasus pembunuhan Khashoggi.

Meski banyak tudingan yang mengarah pada putra mahkota, pemerintah Arab Saudi tegas membantah keterlibatan Pangeran MBS.

Sidang pun digelar 

Pada 3 Januari 2019, otoritas Arab Saudi mulai menggelar sidang terhadap 11 terdakwa dalam kasus pembunuhan Khashoggi, dengan jaksa agung meminta lima di antara dijatuhi hukuman mati.

Namun identitas para terdakwa itu tidak pernah secara resmi diungkapkan ke publik.

Pada 8 Februari 2019, menteri luar negeri Arab Saudi kembali menegaskan bahwa Pangeran Mohammed tidak terlibat dan mengatakan menyalahkannya akan dianggap melewati "batas".

AGNES Callamard, Ketua tim investigasi PBB untuk kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi.
AGNES Callamard, Ketua tim investigasi PBB untuk kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi. (rappler.com)

Investigasi tim independen PBB

Pada 19 Juni 2019, pelapor khusus independen PBB Agnes Callamard mengklaim bahwa pihaknya memiliki 'bukti yang dapat dipercaya' yang menghubungkan putra mahkota dengan pembunuhan Khashoggi.

Dia juga menyerukan agar dilakukan penyelidikan kejahatan internasional terhadap kasus Khashoggi.

Penyelidikan Callamard juga menyatakan bahwa persidangan tertutup terhadap 11 tersangka oleh pihak Arab Saudi tidak memenuhi standar global dan harus dihentikan.

Pangeran MBS kembali menyangkal

Perkembangan terkini kasus ini datang dari hasil wawancara terhadap Pangeran Mohammed yang ditayangkan pada 29 September lalu.

Dalam wawancara tersebut, Pangeran MBS kembali menyangkal telah mendapat peringatan lebih lanjut tentang pembunuhan Khashoggi.

Namun, ia mengatakan bahwa dirinya 'mengambil tanggung jawab penuh sebagai pemimpin di Arab Saudi' karena pembunuhan yang terjadi di bawah pengawasannya.

Pernyataan Pangeran MBS tersebut tentu saja tetap menyisakan deretan pertanyaan:

Apa bentuk tanggung jawab riil dari Pangeran MBS

Bagaimana kisah sebenarnya kasus pembunuhan Jamal Khashoggi ini?

Jika benar dibunuh, lalu di mana jasad sang jurnalis? 

Jika pertanyaan itu tak pernah terjawab, maka kasus inipun tetap sebuah misteri 'Jurnalis Arab Saudi Hilang'. 

Penulis: Fred Mahatma TIS
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved