Zaman Digital Tren Bisnis Berubah, Apakah Toko Fisik Masih Relevan?

Berdasarkan survei terbaru Paxel Buy & Send tahun 2019, kepemilikan toko fisik pada era digital dirasa tidak lagi relevan.

Zaman Digital Tren Bisnis Berubah, Apakah Toko Fisik Masih Relevan?
Warta Kota
Ilustrasi toko 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Di zaman digital membuat tren bisnis berubah.

Dari aset bendawi (tangible) menjadi aset non-bendawi (intangible), dari offline menjadi online, dari punya toko fisik menjadi toko non-fisik.

Berdasarkan survei terbaru Paxel Buy & Send tahun 2019, kepemilikan toko fisik pada era digital dirasa tidak lagi relevan.

Sebanyak 83 persen dari 535 responden survei ini, tidak memiliki toko fisik sebagai tempat berjualan.

Kenapa UKM Lebih Suka Menggunakan Media Sosial Dibandingkan E-Commerce? Berikut Penjelasannya

Adapun sekitar 14 persen penjual online yang pernah memiliki toko fisik, namun memilih menutup tokonya dan beralih ke platform online di media sosial maupun e-commerce.

"Sekarang dengan adanya situs e-commerce dan media sosial yang memfasilitasi, 83 persen responden akhirnya tercatat secara eksklusif hanya jualan di online. Masih ada yang tetap menggunakan toko fisik, tapi sebagai galeri, sebagai pemotretan, dan sebagai gudang," kata COO Paxel Zaldy Ilham Masita, Rabu (2/10/2019).

Alasannya, kata Zaldy, para UKM mengaku mendapat pendapatan yang lebih tinggi dengan berjualan online ketimbang di toko fisik.

Pun sesuai dengan perkembangan zaman, dapat menekan biaya operasional, dan merasa berjualan offline lebih menyulitkan.

"66 responden yang memiliki toko fisik mengaku pendapatan dari berjualan online sudah melebihi pendapatan dari toko fisik. 67 persen responden yang pernah punya toko fisik mengaku beralih ke online secara eksklusif karena hasilnya jauh lebih menguntungkan," kata Zaldy.

Perusahaan Pembiayaan Ikut Menyalurkan KPR

Selain itu, dia berkata, jual beli di media sosial maupun e-commerce mampu memangkas keterbatasan jangkauan geografis antara penjual dan pembeli.

Oleh karena itu, UKM-UKM tersebut membutuhkan layanan yang dapat membantunya UKM menjangkau pembeli, seperti layanan sameday delivery dan pembayaran digital.

"Apalagi Indonesia tidak seperti China dan AS yang UKM-nya terpusat. Kita tersebar sehingga jangkauan yang paling penting," kata dia.

"Jadi ada preverensi layanan sameday delivery hingga ke luar Jabodetabek. Terutama pengiriman untuk makanan karena UKM banyak sekali jual makanan. Kalau ojol pengirimannya kan lebih terbatas," katanya.

Penggemar Hello Kitty, Ini Kabar Buruk dari Johor soal Sanrio Hello Kitty Town

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Era Digital, UKM Punya Toko Fisik Tidak Lagi Relevan?

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved