Unjuk Rasa Mahasiswa

POLISI Bilang Gas Air Mata Kini Tak Terlalu Perih karena Pakai Merica, Harga Cabai Mahal Jadi Alasan

TEMBAKAN gas air mata saat aksi unjuk rasa mahasiswa di Makassar dan kota lainnya, mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Tribun Timur/Darul Amri Lobubun
Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Hotman Sirait 

TEMBAKAN gas air mata saat aksi unjuk rasa mahasiswa di Makassar dan kota lainnya, mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Sebab, tembakan gas air mata yang dilakukan polisi saat menghalau kericuhan demonstran itu, sudah kedaluwarsa.

Seperti yang viral beberapa waktu lalu di Makassar, mahasiswa mendapati selongsong gas air mata bertuliskan kedaluwarsa tahun 2016.

Lima Pelari Lanjutkan Misi Kebaikan untuk Anak-anak Aceh

Pihak kepolisian pun membenarkan hal itu. Bahkan, Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe pun menyinggung terkait hal itu.

Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Hotman Sirait menyebutkan, gas air mata tersebut tidak sampai membahayakan.

"Tidak membahayakan, efeknya itu tetap sama," kata Kombes Hotman saat ditemui di flyover, Selasa (1/10/2019) petang.

Pelajar Dijanjikan Bayaran Rp 40 Ribu Agar Mau Ikut Demonstrasi Ricuh di Depan DPR

Hotman menyebutkan, efek gas air mata sekarang lebih ringan dari sebelumnya.

"Kalau dulu kan pakai cabai jadinya perih sekali mata, kalau sekarang sudah pakai merica," jelas Kombes Hotman Sirait.

"Kenapa berpindah dari cabai ke merica? Ya karena naik harga cabai," tambah Hotman, menanggapi pertanyaan wartawan.

Meski Jadi Anggota DPR, Ahmad Syaikhu Siap Mundur Jika Diminta Jabat Wakil Gubernur DKI

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, Mabes Polri mengatakan selongsong gas air mata yang kedaluwarsa tidak membahayakan.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved