Pasokan Biji Kopi Diperiksa Ketat, AEKI: Tidak Pengaruh dengan Ekspor Kopi

Produsen makanan dan minuman Swiss, Nestle SA dikabarkan akan memperketat pemeriksaan pasokan biji kopi yang berasal dari Indonesia dan Brasil.

Pasokan Biji Kopi Diperiksa Ketat, AEKI: Tidak Pengaruh dengan Ekspor Kopi
thinkstockphotos
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH---- Produsen makanan dan minuman Swiss, Nestle SA dikabarkan akan memperketat pemeriksaan pasokan biji kopi yang berasal dari Indonesia dan Brasil terhitung sejak 1 Oktober.

Mengutip pemberitaan Bloomberg yang dilansir Kontan, hal ini dilakukan setelah ditemukannya kandungan pestisida berjenis weedkiller glysophate yang mendekati ambang batas yang diperbolehkan pada biji kopi dari beberapa negara pemasok.

Menanggapi hal ini, Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) mengaku tidak khawatir.

Menurut Ketua Departemen Speciality & Industri BPP AEKI, Moelyono Soesilo, sekalipun terjadi penurunan ekspor, angka penurunan ekspor biji kopi lokal yang ditimbulkan tidak akan signifikan.

Aplikasi Ini Diharapkan Jadi Solusi soal Fitur Penjualan Lewat Situs Online

“Persentase biji kopi Indonesia yang dipakai oleh Nestle SA, itu jumlahnya sudah tidak terlalu besar, sudah tergantikan dengan pasokan biji kopi dari Vietnam,“ kata Moeyono seperti dikutip Kontan.

Moelyono mengatakan, isu batasan kandungan pestisida dalam biji kopi sudah menjadi fokus AEKI sejak 10 tahun silam.

Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan negara-negara tujuan ekspor yang rata-rata memang memiliki standar batasan kandungan pestisida pada biji kopi yang lebih tinggi dari Indonesia.

Meski begitu, Moelyono mengatakan, AEKI akan melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga agar ekspor biji kopi Indonesia tidak terganggu.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni di antaranya dengan cara mengecek kadar kandungan weedkiller glysophate yang ada pada biji lokal.

Industri Karoseri Terbantu dari Permintaan Pemerintah

Selanjutnya, AEKI juga akan melakukan pendekatan dengan importir-importir biji kopi lokal yang menjadi sasaran ekspor untuk melihat kesesuaian kadar kandungan biji kopi lokal dengan standar batas kadar kandungan weedkiller glysophate yang diterapkan di negara-negara tujuan ekspor.

Halaman
123
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved