Jumlah Penduduk Tangsel Naik Dua Kali Lipat, Ini yang Harus Dilakukan

Jumlah Penduduk Tangsel Naik Dua Kali Lipat, Ini yang Harus Dilakukan. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Jumlah Penduduk Tangsel Naik Dua Kali Lipat, Ini yang Harus Dilakukan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengajak masyarakat untuk mewujudkan Tangsel yang religius. Hal tersebut diungkapkan Benyamin dalam seminar kerja sama antarumat beragama yang digelar di Lobana Sengkol, Setu, Tangerang Selatan, Rabu (2/10/2019). 

WAKIL Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie mengajak masyarakat untuk mewujudkan Tangsel yang religius.

Hal tersebut diungkapkan Benyamin dalam seminar kerja sama antarumat beragama yang digelar di Lobana Sengkol, Setu, Tangerang Selatan, Rabu (2/10/2019).

Benyamin mengungkapkan kehadiran dirinya bersama dengan pemuka berbagai agama di forum seminar ini sebagai bukti negara ini memberikan ruang begitu nyaman bagi warganya. Untuk masing-masing mencari keyakinan dan kepercayaannya.

Jembatan Runtuh di Taiwan, 2 Nelayan WNI Tewas, 1 Hilang, dan 4 Luka-luka

"Ini terlihat tidak saling intervensi dan patut disyukuri kita ditakdirkan menjadi orang Indonesia. Untuk itu kita panjatkan syukur kapada Allah SWT, dengan kondisi saat ini," ujarnya.

Menurutnya seminar kerja sama antarumat beragama dengan mewujudkan Tangsel religius ini dipilih karena memiliki peran penting bagi Kota Tangsel. Dengan jumlah penduduk sebanyak 1,6 juta jiwa, jumlah tersebut ada yang akan lahir dan datang ke Tangsel dan itu diperkirakan akan bertambah dua kali lipat di 2030 mendatang.

"Untuk itu saatnya kita saling menjaga dan bersilatuhrami meski kita beda keyakinan untuk mempersatukan masyarakat yang besar ini di Tangsel," ucapnya.

Benyamin menegaskan pentingnya agama, karena agama itu diciptakan untuk menciptakan kerukunan kehidupan.

Tim Pemprov Banten Berangkat Malam Ini Evakuasi Warga Banten di Papua

Seperti hidup akan tenang jika mengikuti ajaran agama, sosial juga akan tenang kalau sesuai dengan agama, begitu pula dengan politik, akan tenang kalau mengikuti agama.

"Karena tidak ada pihak lain yang akan menggangu kita kalau kita yakin akan ajaran agama kita. Mari kita bangun kembali nilai-nilai agama yang ada disekitar kita untuk membangun Tangsel," kata Benyamin.

Ia juga akan memfasilitasi seminar seperti ini di Tangsel. Dengan adanya pertemuan rutin diharapkan memunculkan komunikasi antarumat beragama di wilayah ini.

"Tangsel menjadi satu tempat bersosialisasi dalam hal ini kerukunan dan dialog umat agama. Karena persoalan biasanya muncul karena tidak ada komunikasi," ungkapnya.

Live Streaming dan Prediksi Pemain Barcelona vs Inter Milan, Live SCTV, El Barca Butuh Kemenangan

Benyamin berharap melalui kegiatan rutin dialog umat beragama bisa terjalin komunikasi antarmasyarakat. Sehingga memberikan keyakinan setiap agama memiliki cara penyiaran masing-masing.

"Kami akan terus melakukan komunikasi dan dialog semacam ini tetapi ada saling ada ketersinggungan," tutur Benyamin.

Ketua MUI Tangsel, Saidi menambahkan seminar ini untuk mempersatukan Tangsel agar sesuai dengan motonya yakni religius. Dikarenakan konflik yang terjadi di masyarakat biasanya tidak disebabkan faktor agama melainkan faktor non agama.

"Untuk mencegah potensi konflik itu perlu dikedepankan dialog. Namun, dialog perlu bersifat dialogis yaitu dialog yang bertumpu atas dasar ketulusan, keterbukaan dan keterus terangan untuk penyelesaian masalah. Dan inilah yang harus diterapkan di Tangsel," papar Saidi.

Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved