Krisis Semenanjung Korea

Baru Sehari Nyatakan Akan Dialog dengan AS, Korut Tembakkan Rudal Balistik dari Kapal Selam

Pyongyang sering menggunakan militer sebagai alat untuk menekan negosiasi dengan lawannya, dengan sistem senjata terus mengalami peningkatan.

AFP/KCNA via KNS/Kompas.com
Gambar yang diambil pada 24 Agustus 2019 dan dirilis 25 Agustus oleh kantor berita Korea Utara (KCNA) ini memperlihatkan Pemimpin Korut Kim Jong Un merayakan uji coba senjata peluncur roket berukuran besar di lokasi yang tidak diketahui. 

Saat itu, Pukkuksong-1, atau KN-1, melaju sejauh 500 kilometer.

Amerika Serikat (AS) menyatakan mereka memantau situasi itu, di mana salah satu rudal sempat jatuh di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang.

"Peluncuran rudal balistik itu jelas melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Kami sangat menyesalkan dan mengecamnya," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

SEJUMLAH rudal antarbenua ditampilkan Kim Jong Un pada parade militer di Pyongyang, Korea Utara, Sabtu (15/4/2017).
SEJUMLAH rudal antarbenua ditampilkan Kim Jong Un pada parade militer di Pyongyang, Korea Utara, Sabtu (15/4/2017). (getty images)

Negosiasi denuklirisasi 

Kabar itu terjadi sehari setelah Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son Hui berujar bahwa Pyongyang sepakat untuk berdialog dengan AS.

Dia mengatakan dua negara setuju menggelar "kontak awal" pada Jumat (4/10/2019), dengan perundingan dihelat keesokan harinya.

Keterangan itu dibenarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Morgan Ortagus, di mana dia menuturkan dialog itu terjadi "pekan mendatang".

Negosiasi denuklirisasi Korea Utara dan AS buntu setelah pertemuan kedua Presiden Donald Trump dan Pemimpin Kim Jong Un di Vietnam Februari lalu.

Keduanya kemudian sepakat melanjutkan perundingan setelah bertemu di Panmunjom, Zona Demiliterisasi, pada akhir Juni lalu.

Tetapi, Korut marah karena Washington tidak menghentikan latihan perang dengan Korsel yang mereka anggap bentuk persiapan invasi.

Peneliti dari Center for the National Interest, Harry Kazianis, menjelaskan Korea Utara ingin memastikan daya tawarnya sebelum perundingan dimulai.

"Mereka nampaknya ingin menekan Washington supaya tidak lagi menggunakan denuklirisasi penuh sebagai syarat sanksi dicabut," paparnya. (Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik dari Kapal Selam"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved