Breaking News:

Krisis Semenanjung Korea

Baru Sehari Nyatakan Akan Dialog dengan AS, Korut Tembakkan Rudal Balistik dari Kapal Selam

Pyongyang sering menggunakan militer sebagai alat untuk menekan negosiasi dengan lawannya, dengan sistem senjata terus mengalami peningkatan.

AFP/KCNA via KNS/Kompas.com
Gambar yang diambil pada 24 Agustus 2019 dan dirilis 25 Agustus oleh kantor berita Korea Utara (KCNA) ini memperlihatkan Pemimpin Korut Kim Jong Un merayakan uji coba senjata peluncur roket berukuran besar di lokasi yang tidak diketahui. 

Kantor Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) menyatakan, mereka mengidentifikasi ada dua rudal balistik melaju sejauh 450 kilometer dengan ketinggian maksimum 910 kilometer.

BARU juga sehari menyatakan diri untuk berdialog dengan Amerika Serikat (AS), Korea Utara (Korut) dilaporkan menembakkan rudal balistik dari kapal selamnya.

Analis menyatakan, Pyongyang sering menggunakan militer sebagai alat untuk menekan negosiasi dengan lawannya, dengan sistem senjata terus mengalami peningkatan.

Salah satu peningkatannya adalah rudal balistik yang ditembakkan Korea Utara dari kapal selam, demikian laporan dari AFP Rabu (2/10/2019).

Akhirnya, Kim Jong Un Resmi Menjabat Kepala Negara Korea Utara, Sebelumnya Hanya Memimpin Militer

Ini Asal Ledakan Misterius yang Sebabkan Terjadinya Gempa Kecil di Perbatasan China-Korut

Gempa 2,1 Magnitudo Guncang Pyonggang, Diduga akibat Korut Aktifkan Lagi Situs Nuklir

PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un dan senjata nuklirnya
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un dan senjata nuklirnya (channel4.com)

Kemampuan itu membuat Korut mampu menjangkau luar Semenanjung Korea, sekaligus merupakan 'serangan cadangan' mereka jika diserang musuh.

Kantor Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) menyatakan, mereka mengidentifikasi ada dua rudal balistik melaju sejauh 450 kilometer dengan ketinggian maksimum 910 kilometer.

Senjata itu diperkirakan adalah model Pukkuksong, rudal balistik yang ditembakkan dari kapal selam, dan saat ini dikembangkan oleh Pyongyang.

"Äksi seperti itu dari Utara tidak membantu meredakan ketegangan kawasan, dan kami meminta supaya dihentikan segera," ujar Korsel.

Sebelum aksi Korut menembakkan rudal balistik dari kapal selam ini, terakhir kali negara yang dipimpin Kim Jong un tersebut menguji coba model Pukkuksong pada tes Agustus 2016.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved