Atas Permintaan Wali Kota, Farah Ciptakan Tirta Suci yang Kini Menjadi Batik Khas Kota Tangerang

Farah menuturkan, batik Tirta Suci yang ia ciptakan terinspirasi dari harapan masyarakat Kota Tangerang dan pemerintah setempat sesuai dengan filosofi

Atas Permintaan Wali Kota, Farah Ciptakan Tirta Suci yang Kini Menjadi Batik Khas Kota Tangerang
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Batik Tirta Suci 

Tidak ada garis keturunan sebagai pebatik, namun Farah (42) mampu menjadi seorang pebatik tulen setelah tekun berlatih membatik di daerahnya sejak 2017 lalu.

Kini, Farah pun mampu menjawab tantangan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah untuk membuat batik khas Tangerang yang diberi nama Tirta Suci.

Wartakotalive.com sempat mengunjungi Sanggar Batik Kembang Mayang, Kota Tangerang, tempat dimana Farah berkarya menciptakan berbagai jenis batik, satu di antaranya Tirta Suci ini.

Bermotifkan garis diagonal dengan gambar teratai serta melati di sisi kanan serta motif tanaman di sisi bawahnya, batik Tirat Suci terlihat sederhana namun elegan.

Farah menuturkan, batik Tirta Suci yang ia ciptakan terinspirasi dari harapan masyarakat Kota Tangerang dan pemerintah setempat sesuai dengan filosofi motif yang sudah dipikirkannya.

“Awalnya dikasih tantangan sama pak wali kota membuat batik Tirta Suci, yang terbersit di saya air dari kata tirta, kemudian saya seringnya kan gambar bunga. Saya cari bunga yang melambangkan suci itu ada teratai dan melati,” tutur Farah.

Tanaman yang dituangkan dalam batik itu juga memiliki makna yang dalam bagi Farah dengan berbagai filosofinya.

“Saya ambil teratai karena teratai bisa hidup di jenis air apa saja, digambarkan ada enam daun yang diambil rukun iman yang berjumlah enam karena di sini kan mayoritas muslim. Lalu bunga teratai kan juga memiliki makna di agama Budha,” paparnya.

Sementara melati juga mengambil dari tanaman khas Jepang melati ungu lantaran Jepang merupakan negara yang bangga dengan keragaman kebudayaannya yang diharapkan dapat ditiru masyarkat Indonesia untuk mencintai kebudayaannya.

Tirta yang menjadi ikon dari Kota Tangerang karena Sungai Cisadane digambarkan dalam motif diagonal yang menyerupai air yang turun dari atas ke bawah.

“Di sini sebagai latar air mengalir dari atas ke bawah, menjadi harapan saya pemerintah bisa down to earth,” tuturnya.

Hasil karya Farah itu juga sudah dibawa ke orang nomor satu Kota Tangerang dan mendapatkan apresiasi yang tinggi.

Bahkan Arief memberikan tantangan lain untuk membuat batik dengan motif bunga telang.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved