Sinergi Antarperusahaan, Alasan LinkAja Kerja Sama dengan Pegadaian

PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) sebagai pemegang izin uang elektronik LinkAja jalin kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero).

Sinergi Antarperusahaan, Alasan LinkAja Kerja Sama dengan Pegadaian
Warta Kota/Adhy Kelana
Aplikasi pembayaran digital LinkAja. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) sebagai pemegang izin uang elektronik LinkAja jalin kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero).

Tujuannya untuk menyediakan titik penerimaan setoran uang tunai bagi yang ingin menambah saldo rekening LinkAja (cash in) dan penarikan uang tunai dari saldo rekening LinkAja (cash out).

Transaksi ini dapat dilakukan di 4.147 outlet Pegadaian seluruh Indonesia yang tersebar di 34 provinsi.

“Kerja sama LinkAja dengan PT Pegadaian (Persero) merupakan bentuk sinergi untuk negeri dalam memberikan edukasi secara konsisten dalam mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia yang menggunakan uang tunai menjadi nontunai, serta optimalisasi jangkauan ke seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan layanan keuangan yang efisien," kata Danu Wicaksana, Direktur Utama LinkAja, Selasa (1/10/2019).

11 Mobil Antik yang Bisa Dijadikan Investasi, Berikut Daftarnya

Danu mengatakan,"Berharap point of services LinkAja yang mencapai lebih dari seratus ribu titik di seluruh Indonesia dapat semakin memberikan kemudahan berarti bagi para pengguna untuk bertransaksi nontunai."

Lewat kerjasama ini, pengguna akan semakin memiliki banyak opsi dalam mengisi maupun mencairkan saldo LinkAja yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi digital.

Misalnya untuk pembayaran merchant, belanja online, beli pulsa, bayar tagihan, transfer dana dan remitansi, pembayaran berbagai produk keuangan dan remitansi, donasi hingga transportasi.

Untuk setiap cash in dan cash out di outlet Pegadaian akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 1.500 untuk cash in dan Rp 5.000 untuk cash out.

Sebelumnya Danu menyatakan sejak Maret hingga Agustus 2019, terjadi kenaikan jumlah transaksi hingga 4 kali lipat atau 400 persen.

“Namun target kita dari pemegang saham sangat tinggi. Sampai akhir tahun kami harus naik sampai 600 persen," kata Danu.

Pemesanan Suzuki Jimny Dihentikan Sementara, Ini Penjelasan dari APM

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved