Anggota DPR

PKS Memberikan Kebebasan Pilihan kepada Ahmad Syaikhu untuk Kursi DPR atau Jadi Wagub DKI

Hingga kini, Ahmad Syaikhu belum mengajukan surat pengundurannya dari kandidat Wagub DKI kepada PKS.

PKS Memberikan Kebebasan Pilihan kepada Ahmad Syaikhu untuk Kursi DPR atau Jadi Wagub DKI
Warta Kota/Muhammad Azzam
Calon Gubernur DKI Jakarta Ahmad Syaikhu melakukan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 154, Jalan Antara, Kelurahan Jatimakmur, Pondok Gede, Rabu (17/4/2019). 

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyerahkan pilihan sepenuhnya kepada Ahmad Syaikhu untuk tetap menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 atau bertahan menjadi kandidat Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta.

Hingga kini, Ahmad Syaikhu belum mengajukan surat pengundurannya dari kandidat Wagub DKI kepada DPW PKS DKI ataupun DPP PKS.

“Kami masih menunggu keputusan dari yang bersangkutan saja. Karena belum ada putusan juga dari DPW PKS DKI ataupun DPP, sebab yang namanya politik itu dinamis kadang nggak bisa diprediksi,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Muhammad Arifin pada Selasa (1/10/2019).

Arifin mengatakan, PKS masih mempertahankan dua nama kandidat Cawagub DKI yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Nama Ahmad Syaikhu tidak dicoret dari kandidat Cawagub DKI meski pada Selasa (1/10/201) dia dilantik menjadi anggota DPR RI.

Walau telah dikukuhkan menjadi anggota dewan, kata dia, bukan berarti Syaikhu mengundurkan diri dari kandidat Cawagub. Bila nanti Syaikhu justru memilih kursi Cawagub DKI, partainya akan mengajukan pergantian antar waktu (PAW) kepada DPR, sehingga posisinya bisa digantikan oleh kader PKS lainnya.

Namun bila Syaikhu lebih memilih menjadi anggota dewan, kata dia, maka partai telah menyiapkan sosok penggantinya sebagai kandidat Cawagub. Hal ini dilakukan supaya proses pemilihan Cawagub oleh DPRD DKI Jakarta tidak memakan waktu yang cukup lama.

“Sudah disiapkan alternatif-alternatif (sosok pengganti) itu, tapi kan kami nggak bisa berandai-andai. Yah sebagai partai politik, tentu kami sudah menyiapkan nama penggantinya dari beberapa pilihan,” ungkapnya.

“Beliau itu bisa tetap jadi Cawagub, atau malah nanti beliau mengundurkan diri dari Cawagub. Jadi kami masih menunggu keputusannya saja,” tambahnya.

Hingga kini, Arifin mengaku belum mendengar langsung dari Syaikhu terkait keputusannya apakah tetap menjadi anggota DPR atau memilih menjadi kandidat Cawagub DKI. Namun dia memastikan, kursi Wagub DKI merupakan jatah PKS.

Hal ini sebagaimana perjanjian dengan partai koalisi yakni Partai Gerindra. “Yah itu memang sudah kesepakatan antara PKS dan Gerindra bahwa itu memang jatah PKS. Kami berharap mudah-mudahan dua partai ini tetap konsisten mengawal pemilihan ini bahwa ini memang jatah PKS,” katanya.

Arifin berharap, rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) mengenai Cawagub bisa digulir bila Pimpinan DPRD DKI Jakarta telah ditentukan. Dengan demikian, penetapan sosok Cawagub bisa diputuskan sebelum akhir tahun 2019.

“Rapimgab mengenai Cawagub bisa langsung dibahas karena menggunakan draf tata tertib yang dibentuk oleh panitia khsusus (pansus) anggota DPRD DKI periode 2014-2019 lalu. Jadi tinggal digelar saja rapatnya (Rapimgab),” katanya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved