Unjuk Rasa Mahasiswa
Melanie Subono: Gua Lihat Sendiri Pelajar yang Beringas Provokasi Mahasiswa
Unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR RI ricuh, Senin (1/9/2019). Melanie Subono menyebut ada provokator di aksi tersebut.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Unjuk rasa Senin (30/9/2019) malam disusupi oleh provokator. Mereka dari golongan pelajar yang memancing mahasiswa.
Hal itu diungkapkan artis sekaligus peserta aksi Melanie Subono.
Melanie yang saat itu berada di kejadian mengatakan bahwa aksi 23 hingga 24 September 2019 menjadi bukti dari aksi damai mahasiswa.
Hal itu karena aksi belum disusupi oleh provokator.
“Gak, tanggal 23-24 sebelum tengah malam yang murni mahasiswa , gak ada anarkis sama sekali ... begitu disisipi dan lain-lain baru menjadi anarkis,” tulis Melanie Subono di Instagram Selasa (1/9/2019).
• Bermaksud Ikut Belasungkawa atas Kematian Mahasiswa, Karangan Bunga Kapolda Jatim Dikembalikan
Melanie tidak memungkiri jika tidak mudah membersihkan aksi dari provokasi.
Hal itu sama adanya dengan sebuah grup WhatsApp yang dengan mudah menyulut emosi pengikutnya.
“Apalagi di lapangan dengan situasi panik,” kata Melanie Subono.
Ia juga menjamin jika tuntutan aksi tetap pada 7 subtansi yang pernah disuarakan dari awal.
“No gue gak pernah bilang Jokowi turun karena ini gak ada urusan aama presiden, yang mahasiswa sasar itu revisi dan makhluk-makhluk di gedung bundar,” kata Melanie.
• Ricuh Demo di Gedung DPR, Mahasiswa Nangis Peluk Polisi: Perih Pak
Musisi itu juga menjamin jika tidak akan membela mahasiswa yang anarkis, namun ia meminta publik jangan memukul rata seluruh mahasiswa.
“Hari ini gue liat sendiri pelajar yang beringas dan emang memancing 1-2 mahasiswa tapi mayoritasnya bukan,” jelas Melanie.
Wanita kelahiran Jerman itu juga menyayangkan pendapat sebagian orang yang mendeskreditkan aksi tersebut.
Padahal, aksi itu bertujuan untuk menyelamatkan masyarakat terutama soal kebebasan berpendapat di media sosial.
“Kalian kira kebebasan kalian main sosmed dan sejuta hal lain, akan ada kalau bukan karna turun ke jalan berkali kali?” kata salah satu anggota Sahabat Walhi - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia itu.
• SOSOK 3 Anggota DPR Termuda yang Dilantik, Anak Pejabat, Salah Satunya Pernah Tersangkut KPK
Selama ini jelas Melanie Subono, pihak aktivis kerap berupaya membangun dialog dengan pemerintah.
Misalnya saja soal Rancangan KUHP yang diperjuangkan sejak setahun belakangan.
“Tapi nyaris setahun usaha nego, suratin, hukum, sampe Petisi gak berbasil .. setelah turun, berhasil kan beberapa ditunda beberapa dibatalkan? Kalian juga yang nikmati nanti,” kata Melanie.
Kata Melanie Subono, seluruh cara damai sudah mereka tempuh tanpa hasil yang memuaskan.
“Percaya kalo ada cara damai, kita juga mau... dikata demo kagak pegel?? cuma ya semua cara damai yang kita ajukan dicuekkin atau ditolak,” ungkapnya.
Selain itu Melanie mengatakan dirinya tidak akan diam untuk koruptor dan pengkhianat negara.
Menurutnya cara santun tidak tepat digunakan untuk mengkritik orang-orang tersebut.
“Ga ada kemerdekaan di belahan dunia manapun yang dicapai dengan senyum-senyum nari nari doang,” kata Melanie.
Sekuriti nyamar jadi pelajar
Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya ada seorang sekuriti yang menyamar jadi siswa SMA demi mendapat uang sejumlah Rp 40 ribu.
Pria bernama Rahmat Hidayah (22) rela menyamar menjadi seorang siswa SMA untuk ikut demo ke Gedung DPR RI.
Aksi ini dilakukannya demi uang sebesar Rp 40 ribu. Rahmad mengaku diajak oleh seseorang untuk ikut aksi demo dengan bayaran uang tersebut.
Ajakan ini diterimanaya lewat grup WhatsApp. Uang tersebut akan diterima oleh Rahmat sesuai demo di depan Gedung DPR RI.
"Nanti di sana dikasihnya kalau udah selesai, di DPR. Dikasih Rp 40 ribu, itu kata temen saya. Kan saya diajak," kata Rahmat saat diamankan di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (30/9/2019), dikutip dari Tribun Jakarta.
Seorang sekuriti bernama Rahmat Hidayah (22) menyamar menjadi siswa SMA untuk ikut berdemo ke Gedung DPR, Senin (30/9/2019).
Motivasinya untuk berdemo adalah untuk mendapatkan uang bayaran tersebut.
Rahmat merupakan seorang sekuriti di Cakung. Untuk melancarkan niatnya, ia bahkan rela meminjam seregam sekolah dari temannya.
"Yang minjemin baju temen. Saya minjem doang buat ke sana," katanya.
Ia bersama dengan teman-temannya diamankan oleh polisi di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok lalu dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Utara.
Rahmat mengaku berangkat bersama lima temannya dengan menumpang kontainer.
"Saya berangkat berlima tadi, cuma ini tadi sama-sama aja (dengan siswa). Berangkatnya BM-BMan (menumpang kontainer)," katanya dikutip dari Kompas.com.
Untuk diketahui, massa yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI dengan tuntutan yang sama seperti sebelumnya.
Aksi demo sempat pecah sekitar pukul 16.40 WIB saat massa mulai melempari polisi dengan bebatuan. Polisi pun balik melayangkan tembakan gas air mata ke arah demonstran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/melanie-subono-demo.jpg)