Rusuh Papua

Kisah Warga Asli Wamena Selamatkan 250 Warga Pendatang, 8.000-10,000 Orang Tunggu Evakuasi

Kami 250 orang dibawa ke gereja, diungsikan, diselamatkan. Orang Padang, Jawa, Makassar dimasukkan ke gereja. Yang menyelamatkan asli orang Wamena.

Editor: Wito Karyono
Dok Staff Khusus Gubernur Papua/Kompas.com
Salah satu bangunan yang hangus terbakar saat terjadi kerusuhan di Wamena, Kabupaten, Jayawijaya, Papua, pada 23 September lalu, Rabu (25/9/2019) 

 Dari istrinya yang tinggal di Wamena dan belakangan menyusul ke Sentani, Krisanthus mengetahui rumahnya sudah rata dengan tanah.

"Istri saya dari Wamena dua hari lalu tiba di Sentani hanya baju di badan. Harta benda, rumah dan segala isinya sudah hangus dan rata dengan tanah.

Babak 6 Besar KDI 2019 : Persaingan Bintang Dangdut Makin Ketat

Saya bersyukur karena kami sekeluarga masih selamat, dan untuk sementara kami tinggal di Sentani sampai kondisi aman dulu baru kembali lagi ke Wamena," ucapnya.

Kris menuturkan ada 26 penduduk Wamena asal Kepulauan Kei yang mengungsi ke Jayapura.

Mereka ditampung di salah satu pos pengungsian di Sentani dengan dukungan keluarga besar masyarakat Kepulauan Kei.

Sejak 23 September hingga Senin (30/9/2019), TNI Angkatan Udara telah mengevakuasi 4.588 orang dari Wamena ke Jayapura menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.

Hal itu dikemukakan Komandan Lanud Silas Papare Jayapura Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso kepada BBC News Indonesia, Senin (23/9/2019).

"Selama ini kami menggunakan dua pesawat Hercules dan akan ada satu pesawat Hercules tambahan besok (Selasa, 1 Oktober 2019)," ujarnya.

Hendak Demo Diimingi Rp 20.000, Puluhan Pelajar Kembali Ditangkap Polisi

Para pengungsi tersebut, lanjutnya, ditampung di beberapa pos penampungan, semisal di gedung serbaguna Lanud Silas Papapre, Yonif Raider 751, Rindam, Tabita dalam, Al-Aqso Sentani, dan Musholla Attaqwa Sentani.

Menurut Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso, jumlah pengungsi di kawasan Sentani diperkirakan bertambah mengingat masih ada 8.000 hingga 10.000 orang lagi yang menunggu dievakuasi dari Wamena.

Di Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, mencatat terdapat 7.278 warga perantau yang masih berada di penampungan pengungsi. Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan pengungsi tersebar di lebih dari 59 titik.

Link Live Streaming Liga Champions Tottenham Vs Bayern Munchen Gratis, Main Jam 02.00 WIB

"Pengungsi terbanyak bertahan di polres, kodim, gereja, mushala dan sudah didistribusikan logistik," ucapnya, seperti dilaporkan wartawan Anyong kepada BBC News Indonesia.

Selain masyarakat pendatang, masyarakat asli Papua juga ikut mengungsi ke kampung-kampung.

"Kami juga data orang asli Papua yang mengungsi ke kampung-kampung untuk diberikan logistik sebab setelah kejadian, tidak ada tempat usaha yang buka untuk mereka belanja," katanya di posko induk bantuan logistik di gedung Ukumearek Asso Wamena, Senin (30/9/2019).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved