Jika Terbukti Bersalah, PDI-P Siap Coret Pelawak Qomar Dari Daftar Bakal Calon Wali Kota Depok 2020

“Kami kan belum masuk tahap verifikasi data, nantinya kalau memang terbukti (adanya pelanggaran administrasi) ya sudah pasti gugur,” tutur Hendrik.

Jika Terbukti Bersalah, PDI-P Siap Coret Pelawak Qomar Dari Daftar Bakal Calon Wali Kota Depok 2020
WARTA KOTA/VINI RIZKI AMELIA
Pelawak Qomar ajukan diri jadi Wali kota di Pilkada Depok 2020. 

Nasib pelawak Nurul Qomar atau yang akrab disapa Qomar yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Depok 2020 melalui PDI- P, diujung tanduk.

Tidak tertutup kemungkinan, pihak PDI-P akan mencoret nama Qomar dari daftar penjaringan calon jika terbukti bersalah melakukan pemalsuan surat keterangan lulus program S2 dan S3.

Saat ditanyai mengenai kasus yang sedang dihadapi Qomar terkait Ijazah Palsu, Ketua DPC PDIP Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, mengatakan, pihaknya belum sampai pada tahap tersebut.

Artinya, PDIP belum bisa menentukan sikap terkait tuntutan tiga tahun penjara yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Brebes, Jawa Tengah, Senin (30/9/2019).

“Tentunya kami tetap menunggu tahapan selanjutnya karena memang saat ini masih masuk tahapan Fit and Proper Test,” ujar Hendrik.

Untuk itu, Hendrik belum bisa menjabarkan apa yang akan dilakukan PDIP dengan kasua Qomar yang masuk pada agenda tuntutan.

“Kami kan belum masuk tahap verifikasi data, nantinya kalau memang terbukti (adanya pelanggaran administrasi) ya sudah pasti gugur,” tutur Hendrik.

Dengan metode penjaringan terbuka yang dilakukan PDIP, dikatakan Hendrik membuat partai besutan Megawati Soekarno Putri ini wajib menerima semua orang yang mendaftarkan diri.

“Kalau memang ditengah jalan (tahapan) terbukti ada yang aneh-aneh, pasti di coret (dari balon)” papar Hendrik.

Hendrik Tangke Allo mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai masuk tahap Fit and Proper Test.

Untuk pelawak Nurul Qomar atau yang akrab disapa Qomar, Hendrik mengatakan Qomar tak hadir.

Seperti diberitakan Kompas.com, pelawak Nurul Qomar dituntut 3 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Brebes, Jawa Tengah, Senin (30/9/2019).

Pelawak yang tenar lewat grup Empat Sekawan itu menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen Surat Keterangan Lulus.

Qomar terjerat kasus hukum terkait pencalonannya saat menjadi Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes pada 2016.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved