Enam Developer Bersatu Kokohkan Koridor Timur Jadi Destinasi Investasi dan Hunian Paling Potensial

Koridor Timur Jakarta itu meliputi Bekasi, Cikarang, dan Karawang yang merupakan kawasan penting bagi perekonomian Indonesia.

Enam Developer Bersatu Kokohkan Koridor Timur Jadi Destinasi Investasi dan Hunian Paling Potensial
istimewa
Tampak dalam gambar (Kiri-Kanan) Presiden Direktur PT PP Properti Tbk. Taufik Hidayat, Executive Director PT Summarecon Agung Tbk. Albert Luhur, Director PT Jababeka Tbk. Sutedja S. Darmono, GM Sales & Marketing PT Sirius Surya Sentosa (Vasanta Innopark) Suranto Tjhai, dan Sales & Marketing Director PT Pollux Properti Indonesia Tbk. Maikel Tanuwidjaja berpose bersama usai menandatangani MoU Komite Koridor Timur Jakarta di Menara Batavia, Jakarta, Selasa (1/10). 

Enam developer ternama bersatu dalam Komite Koridor Timur Jakarta  demi mengokohkan kawasan timur Jakarta menjadi destinasi investasi dan hunian paling potensial.

Koridor Timur Jakarta itu meliputi Bekasi, Cikarang, dan Karawang yang merupakan kawasan penting bagi perekonomian Indonesia. Pada tahun 2018,  Produk Domestik Bruto (PDB) kawasan ini mencapai Rp14,8 triliun, tumbuh 5,17 persen lebih tinggi dari capaian tahun 2017.

Setidaknya lebih dari 60 persen aktivitas perekonomian nasional disumbang oleh Koridor Timur Jakarta yang 70 persennya berpusat di Bekasi-Cikarang.

Berbagai pengembang properti di Timur Jakarta turut menyumbang dalam pemenuhan kebutuhan pasar tersebut, di antaranya: Summarecon Bekasi seluas 240 Ha, Pollux Properti Indonesia seluas 45 Ha, PP Properti seluas 28 Ha, Vasanta Innopark seluas 100 Ha, Lippo Cikarang seluas 3.400 Ha dan Jababeka seluas 5.600 Ha.

Direktur PT Jababeka Tbk Sutedja S. Darmono menyebut pembentukan komite ini bermula dari tukar pikiran antara sesama developer di wilayah timur Jakarta. Mereka menghadapi permasalahan yang sama mengenai image kawasan koridor timur Jakarta yang secara tidak langsung turut berdampak pada sisi pemasaran.

“Ada dua image yang sebenarnya tidak tepat yaitu mengenai kemacetan dan kawasan industri. Padahal, macet itu lebih karena adanya pembangunan infrastruktur. Kemacetan ini nantinya akan berakhir seiring selesainya pembangunan infratruktur tersebut," katanya, Selasa (1/10/2019).

Sutedja menambahkan, awal 2020 mendatang, diprediksi koridor timur akan makin lancar seiring beroperasinya sejumlah infrastruktur transportasi di kawasan ini seperti Tol Layang Jakarta—Cikampek. "Bahkan, keberadaan Tol Jakarta—Cikampek itu diprediksi efektif untuk mengurangi kemacetan hingga 40 persen,” katanya.

Dia menyebut, kini ada 10 infrastruktur baru yang dibangun di koridor Timur Jakarta, diantaranya Elevated Toll Road, kereta api double double track, LRT, MRT , kereta cepat Jakarta Bandung, Tol JORR 2, Jalur Cikampek Selatan, Kereta cepat Jakarta – Surabaya, Pelabuhan Patimban serta Bandara Kertajati.

Terkait kawasan industri di Timur Jakarta yang dicitrakan penuh polusi, Sutedja juga membantahnya. “Sebab, industri yang beroperasi di Timur Jakarta itu light industry, tingkat polusinya kecil,” ujarnya.

Perlu branding

Halaman
123
Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved