Berita Video

VIDEO: Penjelasan PNS Pemkot Tangerang Lakukan Kecurangan Massal Joki Sertifikasi

"Awal duduk perkaranya ini mereka mengikuti pelatihan dan ujian tersebut bukan melalui penyelenggara yang diadakan Pemkot Tangerang serta LKPP.

VIDEO: Penjelasan PNS Pemkot Tangerang Lakukan Kecurangan Massal Joki Sertifikasi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang, Akhmad Lutfi di kantornya, Senin (30/9/2019) 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang, Akhmad Lutfi mengungkapkan mengenai kecurangan massal yang dilakukan oleh pegawai negeri sipil (PNS).

Para Aparatur sipil negara (ASN) di ruang Pemkot Tangerang telah melakukan pelanggaran etik lantaran praktik joki dalam pelatihan dan ujian sertifikasi.

Ia menjelaskan pihak Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) telah membongkar kasus ini. Lutfi merinci sebanyak 28 pegawai yang tersandung dalam persoalan tersebut.

"Awal duduk perkaranya ini mereka mengikuti pelatihan dan ujian tersebut bukan melalui penyelenggara yang diadakan Pemkot Tangerang serta LKPP. Sebenarnya itu sah - sah saja, tapi masalahnya adanya joki dalam ujian sertifikasi ini," ujar Lutfi saat dijumpai Warta Kota di ruang kerjanya, Gedung Cisadane, Kota Tangerang, Senin (30/9/2019).

Menurutnya seluruh pejabat eselon III diwajibkan memiliki sertifikasi barang dan jasa. Jika tidak punya, tunjangan bakal dipotong 25 persen sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) yang berlaku.

"Adanya Perwal ini sebenarnya untuk meningkatkan kompetensi pegawai," ucapnya.

Dirinya menerangkan dalam tahun ini telah diadakan pelatihan dan ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh Pemkot Tangerang. Sekitar 500 pegawai dinyatakan lulus dalam tes tersebut.

"Tahun ini kami adakan dua kali. Memang 28 orang itu tidak lulus dan terpaksa mengambil jalur pintas melakukan diklat serta ujian yang diadakan oleh pihal swasta," kata Lutfi.

Lutfi menuturkan memang dalam ujian sertifikasi ini terbilang rumit. Dan banyak pegawai yang kesulitan saat melakukan ujian.

"Soal - soalnya itu sudah. Ada 200 soal yang harus dikerjakan," ungkapnya. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved