Tingkatkan Daya Saing IKM, Kemenperin Bakal Ubah Syarat Program Restrukturisasi Mesin Produksi

Dengan perubahan aturan itu, diharapkan anggaran program restrukturisasi mesin produksi IKM bisa lebih banyak terserap dan IKM dapat lebih bersaing.

Penulis: Ichwan Chasani | Editor: Ichwan Chasani
Dok. Humas Ditjen IKMA Kemenperin
Dirjen IKMA (Industri Kecil Menengah dan Aneka) Kemenperin Gati Wibawaningsih memberikan keterangan di sela pembukaan program Link and Match di Jakarta, Senin (30/9/2019). 

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana mengubah aturan terkait batasan maksimal investasi Industri Kecil Menengan (IKM) sebagai syarat memperoleh fasilitas restrukturisasi mesin produksi.

Dengan perubahan aturan tersebut, diharapkan anggaran program restrukturisasi mesin produksi IKM bisa lebih banyak terserap.

“Kami sedang susun aturannya, bentuknya nanti peraturan menteri, karena itu akan mengubah Peraturan Menteri Nomor 64 tahun 2016,” ungkap Dirjen IKMA (Industri Kecil Menengah dan Aneka) Kemenperin Gati Wibawaningsih di sela pembukaan program Link and Match di Jakarta, Senin (30/9/2019). 

Menurut Gati, pada tahun 2017 Kemenperin pernah memfasilitasi restrukturisasi mesin produksi bagi IKM dengan anggaran sekitar Rp 7 miliar, namun tidak terserap.

“Karena IKM-nya bingung mau beli mesin apaan. Makanya dengan adanya (program Link and Match—red) ini, sekalian dia dapat order, sekalian dia dapat informasi (mesin apa yang dibutuhkan—red),” ujarnya.

Sesuai Peraturan Menteri Nomor 64 tahun 2016, kata dia, batasan bagi IKM agar bisa mendapatkan fasilitas program restrukturisasi itu sampai Rp15 miliar, termasuk tanah dan bangunan.

 “Itu kan terlalu kecil kalau buat industri menengah. Ini nggak cukup, sedangkan kita mau bersaing dengan barang impor yang harganya lebih murah. Kalau produktifitasnya tidak tinggi (bisa kalah bersaing—red). Produktifitas itu kan SDM-nya jago sama mesin peralatannya bagus,” ujarnya.

Gati memperkirakan, batasan investasi mesin dan bangunan itu diperbesar sampai Rp 25 miliar agar pelaku industri menengah bisa mendapatkan fasilitas restrukturisasi.

Gati menyatakan, Kemenperin tidak bisa memberikan bantuan mesin 100 persen kepada IKM. Program restrukturisasi itu berupa potongan harga 30 persen untuk mesin produksi hasil rekayasa dalam negeri, dan 25 persen untuk mesin impor.

“Jadi mereka beli dulu mesinnya, nanti di-reimburse, maksimal Rp300 juta,” terangnya.

Jika Permen yang baru sudah keluar, lanjut Gati, maka anggaran untuk restrukturisasi bagi IKM bisa ditingkatkan kembali. Angka anggaranya dipastikan di atas Rp 4 miliar.

“Angkanya berapa  tahun depan, tergantung permintaan IKM, yang penting Permen-nya keluar dulu. Karena kalau nggak keluar, nggak akan banyak yang minta nanti. Pasti di atas Rp 4 miliar, kita pernah kok kasih Rp 7 miliar,” ujarnya.

Link and Match

Program Link and Match 2019 ini mengundang sekitar 100 perwakilan IKM dan belasan tier APM dan industri besar. Ratusan perwakilan IKM komponen otomotif  itu berasal dari sentra-sentra IKM logam di Yogyakarta, Klaten, Tegal, Purbalingga, Jabodetabek dan Jawa Barat.

Link and Match untuk mempertemukan IKM dengan supplier APM dan industri besar itu telah dilakukan sebanyak 4 kali sejak 2016 sampai 2019. “Kegiatan ini adalah upaya bersama untuk meningkatkan kemitraan antara IKM dengan industri besar dan dilakukan agar semakin banyak IKM yang berperan dalam rantai pasok industri otomotif,” kata Gati.

Gati menegaskan, IKM memiliki peran penting dalam produksi komponen original equipment manufacturer (OEM) maupun dalam memenuhi kebutuhan after market di dalam maupun luar negeri.

Keberadaan IKM dalam rantai pasok industri otomotif nasional menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi di Indonesia.

“Tidak hanya mampu dalam memproduksi berbagai komponen maupun aksesoris mobil dan motor dengan standar kualitas yang telah ditetapkan APM, IKM juga membuktikan kemampuannya dalam berinovasi dan melakukan pengembangan produk komponen otomotif,” jelasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved