Tiga Lokasi Wisata Sungai Ini Dijadikan Rujukan Untuk Studi Literatur Penataan Kalimalang Bekasi

“Dalam zona selebrasi ini, akan memiliki taman ngariung, taman anak anak dan kolam dangkal, taman sejarah, dan jembatan Chandrabaga yang tentunya

Tiga Lokasi Wisata Sungai Ini Dijadikan Rujukan Untuk Studi Literatur Penataan Kalimalang Bekasi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Desain Proyek Revitalisasi Kalimalang 

Tiga lokasi wisata sungai yakni Cheonggyecheon River di Seoul Korea Sela­tan, River of Life di Kuala Lumpur Malaysia, hingga Teras Cikapundung di Kota Bandung, dijadikan rujukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sebagai studi literatur untuk menata Kalimalang Bekasi.

Dengan diresmikannya groundbreaking proyek penataan Kalimalang pada Rabu, (25/9/2019) kemarin, warga Bekasi dipastikan segera memiliki ikon ruang terbuka hijau, rekreasi, hingga edukasi baru di kotanya.

Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, penataan kali buatan yang membentang di Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar) ini sendiri bertujuan memberikan ruang terbuka publik agar warga Bekasi lebih mendekat ke air sehingga timbul kesadaran untuk menjaga anjungan hingga jembatan.

Untuk tahap pertama setelah groundbreaking, akan dilakukan pekerjaan proyek sempadan di area utara Kalimalang yang berada di Jalan M. Hasibuan.

Menurut Sibarani Sofian, arsitek Urban+ dalam proyek Kalimalang, penataan tahap pertama di zona 1 bertujuan menciptakan zona selebrasi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

“Aspek keselamatan, kelancaran aliran (air), dan operasional perawatan saluran tetap diperhatikan sambil diterapkannya usulan ruang sosial, ruang aktifitas, dan ruang hijau di sekeliling badan air,” ujar Sibarani dalam keterangan tertulisnya kepada Wartakotalive.com, Kamis (26/9/2019).

Setelah penataan Zona 1 rampung, Sibarani berharap zona itu menjadi tempat berkumpul, tempat selfie, tempat ngariung, hingga festival atau perayaan budaya maupun event kota lainnya di tepian air.

“Dalam zona selebrasi ini, akan memiliki taman ngariung, taman anak anak dan kolam dangkal, taman sejarah, dan jembatan Chandrabaga yang tentunya akan sarat dengan tempat untuk selfie,” kata Sibarani.

“Sehingga masyarakat Bekasi punya alternatif lain selain berkunjung ke mal, tetapi juga menikmati ruang terbuka hijau dan ruang interaksi di sepanjang Kalimalang,” papar Sibarani.

Selain penataan di Zona 1, akan dibangun softscape tanaman, monumen, tiang bendera, signage taman, jalan setapak seperti pedestrian atau pathway, hingga plaza kecil pada koridor di Kalimalang ini.

Bagi penyandang disabilitas, juga sudah disiapkan fasilitas untuk ramp sehingga kursi roda bisa bergerak dengan nyaman.

Sibarani pun memastikan, penataan Kalimalang sudah mengantisipasi kondisi ruang sekitar kali yang juga digunakan untuk pembangunan Tol Becakayu.

Pihaknya sudah memberikan rekomendasi untuk memanfaatkan area parkir di kawasan komersial sekitar Kalimalang antara lain Bekasi Hypermart hingga SunCity Square dan lainnya.

“Alignment jalan tol dan titik keluar masuknya membuat rencana harus disesuaikan beberapa kali. Tapi rekomendasi kami adalah memanfaatkan area parkir fasiltas komersial sekitar dan kami mengusulkan fasilitas penyeberangan yang mumpuni untuk akses ke taman,” tuturnya.

Terkait aliran air, Sibarani berujar sistem pintu air dan pengendalian level air sudah menjadi fokus Kementerian Pekerjaan Umum dan Peru­mahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia serta Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jabar.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved