Breaking News:

Sejarawan Prihatin Sungai Ciliwung Jadi Tempat Pembuangan Akhir Sampah

Sejarawan JJ Rizal mengaku sangat prihatin Sungai Ciliwung hingga kini masih dijadikan tempat pembuangan sampah oelh mawsyarakat.

Depok Drone Community (DDC).
Upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI yang digelar di Jembatan Panus, Depok, dan digagas Komunitas Ciliwung Depok (KCD) Kamis (17/8/2107) kemarin, ternyata juga melibatkan para pelajar di Kota Depok. 

Sejarawan JJ Rizal mengungapkan keperihartinannya terhadap Sungai Ciliwung yang tidak terawat dan kotor.

Menurut Rizal, Sungai Ciliwung merupakan situs sejarah besar yang menghubungkan Indonesia dengan negara lain.

"Ciliwung seharusnya adalah situs sejarah besar, tetapi tidak terawat, kotor penuh sampah. Ciliwung jadi tong sampah, dijadikan tempat pembuangan akhir,” ujar JJ Rizal saat kegiatan napak tilas Ciliwung sambil memungut sampah di Jembatan Panus, Pancoran Mas, Depok, Minggu (29/9/2019).

Rizal berharap, masyarakat Kota Depok bisa menjadikan dan menghargai Ciliwung sebagai ruang sejarah.

JJ Rizal, di acara Diskusi Publik, di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).
JJ Rizal, di acara Diskusi Publik, di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017). (Faizal Rapsanjani)

Sebab di sungai ini tersimpan sejarah dengan local wisdom atau nilai-nilai kebijaksanaannya untuk kita belajar tentang asal usul Kota Depok dan keberagaman manusia Depok dengan alam lingkungannya.

"Jadi, marilah kita rawat Ciliwung sebagai museum hidup kita,” tutur Rizal.

Rizal memaparkan, sejarah mencatat hubungan pertama Depok dengan dunia internasional yang membuat Depok memiliki komunitas masyarakat yang beragam terjadi akibat adanya Ciliwung.

Hubungan pertama ini dimulai dengan orang-orang Tionghoa.

"Buktinya adalah situs sejarah Pondok Cina dari abad ke-17 yang terletak tak jauh dari Ciliwung," papar Rizal.

Kemudian disusul hubungan dengan Eropa yang dimulai dengan Belanda, ini meninggalkan banyak situs sejarah.,

Salah satunya adalah Jembatan Panus yang membentang di atas Ciliwung dekat pemukiman kaum Belanda Depok.

Situs yang berumur satu abad pada tahun 2017 lalu ini menjadi gerbang keterbukaan tambahan yang menghubungan Depok dengan daerah sekitar, terutama Jakarta dan Bogor.

"Situs sejarah jembatan Panus inilah yang menjadi tempat kegiatan kami, nelusurin sejarah, mungutin sampah," kata Rizal.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved