Sebut Konflik Wamena Genosida, Wakil Ketua PKS Dikecam Komisioner Komnas HAM

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dikecam berbagai pegiat HAM karena menyebut konflik di Wamena, Papua sebagai genosida.

Sebut Konflik Wamena Genosida, Wakil Ketua PKS Dikecam Komisioner Komnas HAM
Kompas.com
Hidayat Nur Wahid 

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid dikecam berbagai pegiat HAM karena menyebut konflik di Wamena, Papua sebagai genosida.

Wakil Ketua MPR itu dianggap telah memecah belah kelompok masyarakat.

Hingga kini konflik di Wamena, Papua masih berlangsung. Sudah 5.500 warga Wamena yang diungsikan karena kerusuhan tersebut.

Hidayat Nur Wahid mengomentari konflik tersebut. Ia menyebut kasus di Wamena sebagai genosida.

“Kita berduka, atas tragedi genocyda di Wamena. Ada 32 orang tewas dan ribuan mengungsi. Sebagian besarnya warga pendatang. Pemerintah tetap harus selesaikn kabut asap, sikapi bijak Demo-demo, tapi tak boleh remehkan tragedi di Wamena. Kelanjutan NKRI taruhannya,” kata Hidayat Nur Wahid lewat akun twitternya Minggu (29/9/2019).

Cuitan Wakil Ketua PKS Hidayat Nur Wahid perihal konflik di Papua
Cuitan Wakil Ketua PKS Hidayat Nur Wahid perihal konflik di Papua (Twitter @hnurwahid)

Bukan mendapat simpati, pernyataan Hidayat Nur Wahid justru dikecam oleh pegiat HAM. Pasalnya kata genosida yang digunakan dianggap tidak tepat.

Kritik itu datang dari jurnalis Uni Lubis misalnya saja. “Satu tolong buka kamus cek arti kata genosida.Menurut saya yang terjadi Wamena belum masuk kategori itu,” kata Uni Lubis meretweet dan berkomentar pada cuitan Hidayat Nur Wahid.  

Uni Lubis meminta politisi untuk mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk Papua, bukan justru memecah belah antar kelompok.

“Politisi jangan ikut memecah belah antar kelompok masyarakat dengan diksi dan berdukalah untuk seluruh korban tewas di Papua,” kata Uni Lubis.

Tidak hanya Uni Lubis, komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara juga mengomentari postingan Hidayat Nur Wahid.

Halaman
123
Penulis: Desy Selviany
Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved