Pencemaran Lingkungan

Kasudin Lingkungan Hidup Jakbar Sebut Bendungan Polor Berbuih Akibat Limbah Rumah Tangga

Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto mengatakan, bendungan Polor Kembangan Utara disebabkan limbah rumah tangga.

Kasudin Lingkungan Hidup Jakbar Sebut Bendungan Polor Berbuih Akibat Limbah Rumah Tangga
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kondisi kali Bendungan Polor, Kenbangan Selatan, Jakarta Barat bermunculan buih-buih busa yang menghiasi permukaan air kali, Sabtu (28/9/2019). 

Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto mengatakan, buih berbusa di bendungan Polor Kembangan Utara disebabkan limbah rumah tangga.

Dilain sisi musim kemarau juga mempengaruhi munculnya buih-buih itu karena aliran kali tidak begitu deras, sehingga buih busa bermunculan pada bendungan.

"Itu deterjen dari sabun yang merupakan kiriman dari aliran kali wilayah Tangerang dikirim ke perbatasan Jakbar," kata Edy, Sabtu (28/9/2019).

Pihaknya menyebut jika petugas yang berkerja di lokasi sudah berupaya melakukan pembersihan bendungan Polor setiap harinya, namun memang keberadaan Bendungan itu berbatasan dengan wilayah Tanggerang.

"UPK Badan Air setiap harinya sudah selalu dibersihkan, namun karena menyangkut batas Provinsi jadi harus didorong ke Provinsi yakni dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup," kata Edy.

 Imam Shamsi Ali DICEKAL saat Akan Ceramah di Masjid PBB, Sebut Ada Pejabat Pendendam dan Anti Kritik

 POLITISI Partai Demokrat Banding SBY dan Jokowi dalam Sikapi Demo Mahasiswa, Alamak Keras Sekali!

 HAH, 90 Mahasiwa Peserta Unjuk Rasa Sudah 4 Hari Masih Hilang, LBH Kesulitan Peroleh Data Polisi

Sebelumnya Salah satu petugas UPK Badan Air Kecamatan Kembangan, Deni mengatakan buih busa yang ada di Bendungan Polor sudah terjadi sejak lama, dan terjadi ketika musim kemarau saja.

Ia juga yakin buih itu bukan berasal dari limbah industri.

"Kalau kemarau emang seperti ini. Kalo limbah Industri sudah pasti bukan karena di sini kan tidak ada Industri," kata Deni.

Dirinya menilai jika buih-biuh itu berasal dari limbah rumah tangga, sebab aliran air murni (kali Cisadane) mulai menurut akibat kemarau, sehingga aliran air dari pemukiman lebih besar sehibgga membuat kali bermunculan buih.

Ia mengaku ketika musim penghujan, atau aliran kali bendungan deras, tidak terlihat adanya buih-buih yang bermunculan.

 KPAI Kecam Sekolah yang Ancam Keluarkan Siswanya Karena Ikut Demo Pelajar di DPR

Meski terkadang menimbulkan bau tak sedap namun, pihaknya selalu berupaya melakukan pembersihan setiap pagi.

"Menurut saya ini karena aliran air murni dari Kali Cisadane menurun, sedangkan aliran limbah dari warga meningkat jadi saya rasa itu penyebabnya," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved