Rusuh Papua

Din Syamsuddin dan Andre Rosiade Ungkap Keprihatinan Mendalam Akibat Banyaknya Korban di Wamena

Kita semua yang memiliki hati nurani sangat sedih mengetahui terjadinya tindak kekerasan di Wamena yang menimbulkan puluhan korban tewas mengenaskan.

Penulis: Gede Moenanto | Editor: Gede Moenanto
AFP/Vina Rumbewas
Kerusuhan beringas di Wamena. 

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), M Din Syamsuddin menyampaikan tragedi kemanusiaan yang dialami rakyat di Wamena sangat memilukan dan menyayat hati.

"Kita semua yang memiliki hati nurani sangat sedih mengetahui terjadinya tindak kekerasan di Wamena yang menimbulkan puluhan korban tewas mengenaskan dan ratusan lain mengalami luka-luka berat dan ringan," katanya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah menilai, masyarakat di Indonesia dan khususnya yang terjadi di Wamena harus dilindungi.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin. (Kompas.com)
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin. (Kompas.com)

Kejadian tersebut, kata Din Syamsuddin, tidak terlepas dari peristiwa di Papua sejak beberapa waktu lalu berupa aksi unjuk rasa di Sorong, Manokwari, Jayapura, dan tempat-tempat lain bahkan Ibu Kota Jakarta yang memrotes ketidakadilan dan bahkan menuntut kemerdekaan.

Habib Aboe Bakar Al Habsyi Ungkap Keprihatinan pada Tewasnya Randi Dampak Penembakan

Usman Hamid Mengungkap Begini Cara Menangani Kebebasan Pendapat juga Dilakukan Wiranto Sejak 1998

Terungkap Kejamnya Rezim Komunis China Memanen Organ Tubuh Muslim Uighur Tanpa Dibius di PBB

Terungkap Transplantasi Organ Dilakukan Rezim Komunis China pada Muslim Uighur yang Sehat Saat Hidup

"Seyogyanya, gerakan protes itu sudah bisa diatasi dan diantisipasi, dan terutama faktor picunya di Surabaya berupa penghinaan terhadap orang Papua sudah harus cepat ditindak tegas," katanya.

"Tapi, kita menyesalkan respon aparat keamanan dan penegakan hukum sangat lamban dan tidak adil," katanya.

"Kalau hal demikian berlanjut, maka akan dapat disimpulkan bahwa negara tidak hadir membela rakyatnya," katanya.

Menurut Din Syamsuddin, negara gagal menjalankan amanat Konstitusi yakni melindungi rakyat dan seluruh tumpah darah Indonesia.

"Negara berperilaku tidak adil dalam menghadapi aksi unjuk rasa yang sebenarnya absah di alam demokrasi," katanya.

Menurut dia, pemerintah terjebak ke dalam sikap otoriter dan represif yg hanya akan mengundang perlawanan rakyat yg tidak semestinya.

"Saya berpesan kepada semua pihak, khususnya pemangku amanat baik pemerintah maupun wakil rakyat agar segera menanggulangi keadaan dengan penuh kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab," katanya.

Din Syamsuddin menegaskan, peristiwa pembantaian warga pendatang di Wamena yang di antaranya warga Minang, yang sama sekali tidak bersalah, tidak bisa dibiarkan. 

"Hindari perasaan benar sendiri bahwa negara boleh dan bisa berbuat apa saja, baik membunuh rakyatnya atau membiarkan rakyatnya dibunuh oleh sesama dan negara tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.

"Wallahul musta’an," katanya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved