Tangerang

Khawatir Tersebar Penyakit AIDS, Warga Tangerang Desak Lokasi Prostitusi Segera Ditertibkan

Warga di Kampung Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang mengeluhkan bangunan karaoke esek-esek yang masih berdiri.

Khawatir Tersebar Penyakit AIDS, Warga Tangerang Desak Lokasi Prostitusi Segera Ditertibkan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Warga di Kampung Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat (27/9/2019), mengeluhkan bangunan karaoke esek-esek yang masih berdiri. 
Warga di Kampung Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang mengeluhkan bangunan karaoke esek-esek yang masih berdiri.
Mereka merasa khawatir tempat yang dijadikan praktik prostitusi tersebut akan kembali beroperasi jika bangunannya tidak dihancurkan.
Sebelumnya pada Selasa (17/9/2019) malam, aparat gabungan dari Satpol PP dan unsur Polri melakukan razia di lokasi ini.
Dalam operasi tersebut petugas berhasil mengamankan belasan dus minuman keras dan dua wanita yang diduga pemandu karaoke esek-esek.
Ketua MUI Kelurahan Bunder Ahmad Jazuli Hasan mendesak agar pemerintah dan petugas yang berwenang, segera melakukan penertiban bangunan-bangunan karaoke itu.
“Dengan adanya aktivitas tersebut kami merasa sangat khawatir akan terjadinya penyebaran penyakit Aids atau HIV di wilayah kami. Warung-warung ini bahkan masih menjual miras," ujar Jazuli, Jumat (27/9/2019).
Menurutnya saat ini pihaknya sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan mengumpulkan tanda tangan beserta foto copy KTP warga yang merasa resah serta menolak adanya kehadiran karaoke esek-esek tersebut.
Jazuli meminta, Satpol PP dan Kecamatan Cikupa harus bertindak cepat.
“Kalau pemerintah lambat, jangan sampai warga yang turun tangan untuk menertibkan sendiri. Kami sudah meminta pihak yang berwenang untuk segera menertibkan bangunannya," ucapnya.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Bunder Suyono menambahkan, jika karaoke esek-esek itu kembali beraktivitas, bisa merusak moral para generasi muda yang ada di sekitar lokasi.
Dirinya menyebut aktivitas karaoke esek-esek itu sudah sangat meresahkan warga sekitar.
“Kedoknya karaoke family, tetapi ternyata bukan. Jadi saya sangat setuju dan mendukung, jika penertiban ini bisa disegerakan. Karena kemarin itu seharunya maksimal 1 Minggu, semoga harapan masyarakat bisa segera direalisasikan," kata Suyono. (dik)
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved