Asal Ikut Demo, Siswa SMA Tangsel Ternyata Tidak Tahu Isu yang Dibahas Mahasiswa Soal Tolak RUU KUHP

Kemarin beredar di media sosial kalau mereka itu menolak adanya perpindahan Ibu Kota. Padahal kan mahasiswa sedang demo penolakan RUU KUHP.

Asal Ikut Demo, Siswa SMA Tangsel Ternyata Tidak Tahu Isu yang Dibahas Mahasiswa Soal Tolak RUU KUHP
Warta Kota/Andika Panduwinata
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengumpulkan seluruh Kepala SMA atau sederajat, Jumat (27/9/2019). Mereka semua diberi imbauan untuk mampu mengkoordinasi siswanya agar tidak turun dan berpartisipasi dalam demo tersebut. 

Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, mengumpulkan seluruh Kepala SMA atau sederajat.

Mereka semua diberi pesan untuk mengimbau siswanya agar tidak ikut-ikutan turun ke jalan dan melakukan demo dengan cara yang tak terpuji.

Dikatakan Airin, sebagian besar siswa SMA sederajat yang ikut dalam unjuk rasa tersebut tidak mengetahui isu yang sedang dibahas oleh mahasiswa yang menolak RUU KUHP.

“Kemarin beredar di media sosial. Kalau mereka itu menolak adanya perpindahan Ibu Kota. Padahal kan mahasiswa sedang demo penolakan RUU KUHP,” kata Airin saat bersilaturahmi dengan Kepala SMA dan sederajat di Gedung Puspemkot Tangsel. Jumat (27/9/2019).

Meskipun tanggung jawab SMA dan SMK sudah menjadi kewenangan Provinsi, Airin tetap memberikan perhatian besar.

Apalagi mengingat sebagian besar siswa SMA dan SMK merupakan warga Tangsel.

Sehingga dia mengimbau agar Kepala Sekolah pun memberikan perhatian yang besar terhadap siswanya.

“Mereka ini generasi penerus. Jadi, harus diperhatikan. Ini anak-anak kita, belum mengerti apa-apa, masa depannya masih sangat panjang,” ucap ibu dua anak tersebut.

Sehingga melalui forum itu, Airin berharap tingkat kesadaran serta perhatian itu bisa terus meningkat.

Demi mewujudkan generasi yang lebih baik dan bisa membantu pemerintah dalam melakukan percepatan proses pembangunan daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono, mengatakan, selain imbauan, pihaknya juga menggandeng pihak berwajib untuk ikut mencegah terjadinya gesekan antar siswa.

Apalagi, saat ini pergerakan juga masih terus terjadi karena adanya ujaran kebencian yang tersebar di media sosial.

“Jadi bentuk pengawasan akan kita lakukan. Siswa manapun yang bersekolah di Tangsel akan tetap diberikan pengawasan yang sama. Gesekan tidak perlu terjadi. Sementara kita akan fokus memberikan edukasi karakter supaya mereka menjadi sumber daya manusia yang berkualitas seperti apa yang kita harapkan,” ujar Taryono.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved