Breaking News:

PROFIL Singkat 5 Anggota BPK Terpilih, dari Aktivis Korban Penculikan Sampai Terlibat Panama Papers

KOMISI XI merampungkan seleksi lima anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2019-2024.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Gedung BPK. 

KOMISI XI merampungkan seleksi lima anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2019-2024.

Pemilihan anggota BPK tersebut dilakukan secara voting oleh Komisi XI DPR.

Kelima anggota BPK terpilih adalah Pius Lustrilanang, Daniel Tobing, Hendra Susanto, Aqsanul Qosasih, dan Harry Azhar Aziz.

Demonstrasi di Depan DPR/MPR Berujung Rusuh, Fahri Hamzah: Mahasiswanya Sudah Enggak Ada

"Lima anggota BPK akan diputuskan dan disampaikan di rapat paripurna DPR RI," ujar Wakil Ketua Komisi XI Soepriyatno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Kelima nama tersebut akan disahkan dalam rapat paripurna pada Kamis (26/9/2019) hari ini.

Ada pun proses pemilihan anggota BPK dilakukan oleh 56 anggota Komisi XI dari seluruh fraksi di DPR.

Wiranto Tolak Berdialog dengan Organisasi Pimpinan Benny Wenda, Ini Alasannya

Setiap anggota memilih lima nama dari 62 calon yang telah lolos seleksi administrasi dan makalah untuk menjadi anggota BPK.

Berikut ini hasil pemungutan suara pemilihan anggota BPK:

1. Pius Lustrilanang memperoleh 43 suara;

2. Daniel Lumban Tobing memperoleh 41 suara;

3. Hendra Susanto memperoleh 41 suara;

4. Achsanul Qosasi memperoleh 31 suara;

5. Harry Azhar Azis memperoleh 29 suara.

"Apakah hasil ini disetujui, setuju? " tanya Soepriyatno, yang dijawab 'setuju' serempak oleh anggota Komisi XI.

Sebelumnya, proses seleksi anggota BPK di DPR berlangsung alot.

Terdapat perbedaan pandangan antara anggota Komisi XI dengan pimpinan DPR mengenai nama-nama yang lolos seleksi.

DELAPAN Tuntutan Rakyat Papua dan Papua Barat kepada Pemerintah, Dua Poin Ini Tak Bisa Dikabulkan

Perbedaan pandangan tersebut berujung pada penolakan nama-nama hasil seleksi Komisi XI oleh pimpinan DPR.

Berikut ini profil singkat lima anggota BPK terpilih tersebut:

1. Pius Lustrilanang

Pius Lustrilanang saat ini menjabat Ketua Bidang Koordinasi dan Pembinaan Organisasi Sayap Partai Gerindra.

Pius Lustrilanang adalah mantan aktivis yang mengaku pernah diculik pada 1997/1998 oleh Tim Mawar.

Kala itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjabat sebagai Danjen Kopassus sekaligus pemimpin Tim Mawar.

POLISI Ciduk 17 Perusuh yang Bakar Pos Polisi di Slipi, Polanya Mirip Kerusuhan 21-22 Mei 2019

Pius Lustrilanang sempat ikut mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN).

Ia juga pernah masuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pimpinan Megawati Sukarnoputri.

Saat Prabowo Subianto membentuk Partai Gerindra, Pius Lustrilanang bergabung.

Alami Gangguan Jiwa, Pembunuh Ayah Kandung di Bekasi Bebas Jeratan Hukum, Ibunya Bilang Cuma Depresi

Pius Lustrilanang juga ikut Pileg 2019. Ia terdaftar sebagai caleg dari daerah pemilihan NTT I, namun akhirnya gagal lolos ke Senayan.

2. Daniel Lumban Tobing

Daniel Lumban Tobing adalah anggota DPR periode 2014-2019 dari PDIP yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat VII.

Saat ini ia bertugas di Komisi VI yang mengurusi bidang Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, dan Standarisasi Nasional.

Pada periode 2009 hingga 2014, ia bertugas di Komisi IV yang mengurusi bidang pertanian, perkebunan, dan pangan, lalu pindah ke Komisi VI.

3. Hendra Susanto

Hendra Susanto saat ini menjabat auditor BPK.

Ia sempat menjabat Kepala Auditor IB Direktur Auditoriat Keuangan Negara I.

4. Achsanul Qosasi

Achsanul Qosasi adalah peserta petahana yang sebelumnya menjabat anggota III badan pengaudit BPK.

Ia pernah menjadi Wakil Ketua Komisi XI pada 2009 hingga 2012 mewakili Fraksi Partai Demokrat.

Saat menjadi anggota DPR, Achsanul Qosasi pernah menjadi anggota panitia khusus atau pansus angket Bank Century.

DEMONSTRASI di Depan DPR Berakhir Rusuh, 265 Mahasiswa dan 39 Polisi Terluka, 94 Orang Diciduk

Ia juga pernah menjabat Ketua DPP Partai Demokrat. Saat terpilih sebagai anggota BPK pada 2014, ia menyatakan mundur dari partai.

Pada pemilihan anggota BPK kala itu, Achsanul Qosasi memperoleh 30 suara. 

Ia lulusan S-3 Ilmu Administrasi Bisnis Unpad.

5. Harry Azhar Aziz

Harry Azhar Aziz adalah petahana.

Ia menjadi Ketua BPK periode 2014-2019 setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR.

Sebelum menjadi Ketua BPK, Harry Azhar Aziz adalah politikus Partai Golkar.

DAFTAR Kerusakan Akibat Demonstrasi Mahasiswa Berujung Ricuh, dari Water Cannon Hingga Pos Polisi

Pada 2016 lalu, ia dilaporkan kepada Majelis Kehormatan Kode Etik (MKKE) BPK oleh Koalisi Selamatkan BPK. Namanya saat itu tersangkut dalam kasus Panama Papers.

Harry Azhar Aziz merupakan direktur di sebuah perusahaan bernama Sheng Yue International Limited yang tercantum dalam Panama Papers.

Harry Azhar Aziz dianggap merangkap jabatan sehingga diduga merugikan negara atas adanya potensi pajak yang hilang.

Pengamat: Ada Settingan Instabilitas Politik Agar Jokowi Gagal Dilantik

Ia dinilai tidak jujur menyampaikan informasi profilnya di situs resmi BPK dan dalam menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut salinan putusan MKKE, Harry Azhar Aziz terbukti melanggar Pasal 7 ayat 1 karena tidak mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Juga, pasal 8 ayat 2 lantaran menjalankan pekerjaan lain yang dapat mengganggu independensi, integritas, dan profesionalismenya selaku anggota BPK.

KERUSUHAN di Wamena Diduga Dipicu Salah Paham, Guru Sebut Kata Keras, Murid Dengarnya Kera

Harry Azhar Aziz dijatuhi sanksi berupa teguran tertulis oleh MKKE sesuai pasal 11 ayat 1 karena pelanggarannya dinilai hanya berdampak negatif terhadap organisasi BPK.

Harry Azhar Aziz baru bisa diberhentikan dari jabatannya di BPK apabila pelanggarannya dianggap berdampak negatif kepada pemerintah atau negara.

Harry Azhar Aziz merupakan lulusan PhD Bidang Ekonomi dari Oklahoma State University. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved