Breaking News:

Menkumham Bilang RKUHP Upaya Memutus Warisan Belanda, Lalu Sebut Indonesia Sudah Sangat Liberal

Yasonna Laoly menegaskan, RKUHP adalah upaya pemerintah memutus tali waris dari hal yang bertentangan dengan nilai keberadaban Bangsa Indonesia.

Kompas.com/Dylan Aprialdo Rachman
MENTERI Hukum dan HAM Yasonna H Laoly di Kemenkumham, Jakarta, Selasa (22/1/2019). 

MENTERI Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly menegaskan, RKUHP adalah upaya pemerintah memutus tali waris dari hal yang bertentangan dengan nilai keberadaban Bangsa Indonesia.

"Saya tidak mau mewariskan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai adab, kebebasan bangsa ini," ujar Yasonna Laoly di Kantor Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

Kata Yasonna Laoly, pada prinsipnya upaya pemerintah merevisi KUHP yang sudah dirancang 50 tahun silam, adalah bagian dari semangat mengganti hukum kolonial Belanda.

Sebut RKUHP Tak Mungkin Digodok Ulang, Menkumham: Sampai Lebaran Kuda Enggak akan Jadi Ini Barang

Sebab, selama 150 tahun, Indonesia masih memakai kitab undang-undang yang sama.

Padahal, Belanda sendiri sudah tak lagi menggunakannya.

"Kita batasin deh zaman merdeka aja 74 tahun, itu (KUHP sudah ada) sebelum merdeka."

PELAJAR STM Dapat Pesan Berantai Disuruh Datang ke DPR, Ditanya Tujuannya Tidak Ada yang Tahu

"Sebelumnya dipakai di Belanda, di Belanda sendiri sudah tidak dipakai," paparnya.

Menurut Yasonna Laoly, keberadaban Bangsa Indonesia sudah berkembang ke arah liberal.

Tapi seiring pergerakan tersebut, tidak ada hukum yang berjalan seiringan.

KISAH Wiranto Tak Tahu Buah Hatinya Meninggal Saat Bertugas di Timor Timur

Sehingga, dibutuhkan regulasi yang bisa berjalan seirama.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved