Depok

Geram Dikatakan Tidak Kerja oleh Sekwan, Wakil Ketua DPRD: Kami Minta Sekwan Mundur

Anggota DPRD dari Fraksi PDIP membantah pernyataan Sekretaris Dewan Zamrowi yang menyatakan para dewan yang mendiami komplek Kota Kembang ta

Geram Dikatakan Tidak Kerja oleh Sekwan, Wakil Ketua DPRD: Kami Minta Sekwan Mundur
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Ketua Fraksi PDIP, Ikravany Hilman (kemeja putih) membeberkan foto-foto dihadapan wartawan sebagai bukti DPRD Kota Depok tetap kerja pasca pelantikan, didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo (kemeja biru) di Gedung DPRD Kota Depok, Kota Kembang, Grand Depok City, Cilodong, Depok, Kamis (26/9/2019). 

Anggota DPRD dari Fraksi PDIP membantah pernyataan Sekretaris Dewan (Sekwan), Zamrowi yang menyatakan para dewan yang mendiami komplek Kota Kembang tak kerja pascapelantikan.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan, pernyataan Sekwan adalah bohong.

"Sekwan bohong dan ini merupakan pembohongan publik," kata Hendrik kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Depok, Kota Kembang, Grand Depok City, Cilodong, Depok, Kamis (26/9/2019).

Menurut Hendrik, sejak dilantik, Badan Musyawarah (Bamus) langsung kerja dan dihadiri fraksi-fraksi dari masing-masing Partai Politik (Parpol).

"(Pemberitaan) ini membuat keresahan di tubuh DPRD dan berdampak jelek sebagai lembaga DPRD di mata masyarakat," tutur Hendrik.

 FADLI ZON Akhirnya Sebut Ada Penunggang Gerakan Mahasiswa 2019, Temukan Momentum Siklus 20 Tahunan

 Ambulans DKI Disebut Jadi Pemasok Batu Saat Unjuk Rasa, Ini Penjelasan Polda Metro Jaya

 UPDATE 5 Ambulans Pemprov DKI Ketahuan Angkut Batu dan Bensin saat Rusuh

Masing-masing fraksi dikatakan Hendrik telah melakukan sejumlah kegiatan, PDIP misalnya yang bekerja dengan berdiskusi bersama pakar-pakar terkait pembangunan kedepan Kota Depok.

Hendrik menanyakan maksud dari pernyataan Sekwan bahwa 50 anggota dewan periode 2019-2024 tak pernah hadir di Gedung DPRD.

"Maksudnya apa sekwan berbicara seperti itu? Walaupun memang tak harus setiap hari kerja di DPRD tapi kami punya masyarakat konstituen," kata Hendrik.

Secara tegas Hendrik meminta Sekwan bertanggung jawab atas pernyataan yang dianggap Hendrik merugikan parlemen.

"Kami minta Sekwan klarifikasi dan meminta maaf terbuka, kalau enggak sanggup melayani kami, mundur. Kami minta (Sekwan) mundur," papar Hendrik

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved