BERITA FOTO

FOTO : Jangan Ketinggalan Pesona Batik Madura di Mal Kelapa Gading

Festival Pesona Batik Wastra Nusantara digelar di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara. Beragam koleksi batik Jawa Timuran dapat ditemui di sini

FOTO : Jangan Ketinggalan Pesona Batik Madura di Mal Kelapa Gading
Warta Kota/Alex Suban
Para peragawati memperagakankoleksi batik Madura saat pembukaan Pesona Batik Wastra Nusantara di Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (25/9/2019). Festival yang berlangsung ke-4 kalinya ini berlangsung hingga 6 Oktober 2019. Eksotika Batik Madura menjadi tema besar Pesona Batik Wastra Nusantara tahun ini. 

Hari Batik Nasional akan jatuh pada 2 Oktober dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2019, Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG) menggelar perhelatan Pesona Batik Wastra Nusantara.

Rangkaian kegiatan ini dibuka dengan peragaan busana pesona Batik Madura di atrium MKG 3, Rabu (25/9/2019).

Festival ini akan digelar hingga 6 Oktober 2019.

Para peragawati memperagakankoleksi batik Madura saat pembukaan Pesona Batik Wastra Nusantara di Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (25/9/2019). Festival yang berlangsung ke-4 kalinya ini berlangsung hingga 6 Oktober 2019. Eksotika Batik Madura menjadi tema besar Pesona Batik Wastra Nusantara tahun ini.
Para peragawati memperagakankoleksi batik Madura saat pembukaan Pesona Batik Wastra Nusantara di Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (25/9/2019). Festival yang berlangsung ke-4 kalinya ini berlangsung hingga 6 Oktober 2019. Eksotika Batik Madura menjadi tema besar Pesona Batik Wastra Nusantara tahun ini. (Warta Kota/Alex Suban)

Eksotika Batik Madura menjadi tema besar Pesona Batik Wastra Nusantara tahun ini.

Tema ini diangkat karena cerita sejarah serta keunikan motif yang dimiliki oleh batik-batik dari Jawa Timur khususnya Batik Madura.

Yovie Widianto Tidak Sabar Menantikan Duet Bersama David Foster di Batik Music Festival 2019

Deretan Penyanyi Dunia Diajak David Foster Beraksi di Batik Music Festival 2019, Siapa Saja Mereka?

Pekerjaan membatik di Madura pada mulanya dikerjakan di dalam pesantren-pesantren pada musim paceklik serta sebagai pekerjaan sampingan para istri sambil menunggu suaminya pulang melaut bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai dan tidak memiliki lahan pertanian.

Membatik terus berkembang ketika ada sebagian masyarakat Madura memulai membawa batik untuk dijual ke kota dan mengambil keuntungan dari harga yang sudah ditetapkan oleh para pembatik.

Batik khas Banyuwangi dipamerkan di gerai saat pembukaan Pesona Batik Wastra Nusantara di Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (25/9/2019).
Batik khas Banyuwangi dipamerkan di gerai saat pembukaan Pesona Batik Wastra Nusantara di Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (25/9/2019). (Warta Kota/Alex Suban)

Pada akhirnya kegiatan jual beli ini semakin berkembang pesat dengan dibukanya lapak-lapak atau los batik di pasar-pasar tradisional.

Batik Madura dikenal dengan warna yang berani dan tegas, seperti merah, kuning, hijau, serta biru.

Gerai Batik Jawa Timuran di arena Pesona Batik Wastra Nusantara di Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (25/9/2019).
Gerai Batik Jawa Timuran di arena Pesona Batik Wastra Nusantara di Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG), Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (25/9/2019). (Warta Kota/Alex Suban)

Dari segi motif, batik Madura memiliki motif beragam yang terinspirasi dari bentuk tumbuhan, binatang, serta motif kombinasi hasil kreasi pembatik sendiri seperti motif ayam bekisar, gerbong keraton, karapan sapi, dan lain sebagainya.

Kombinasi warna dan motif ini menjadi ciri khas Batik Madura yang menjadikannya unik dan berbeda dengan batik dari daerah lainnya.

Penulis: Alex Suban
Editor: Alex Suban
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved