Unjuk Rasa Mahasiswa

Disebut Bawa Batu dan Bensin, Kepala PMI Jakarta Timur Merasa Difitnah Aparat Kepolisian

Kepala Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Timur Eq Prasetyo mengaku sedih karena difitnah membawa batu saat membantu amankan unjuk rasa.

Disebut Bawa Batu dan Bensin, Kepala PMI Jakarta Timur Merasa Difitnah Aparat Kepolisian
twitter
Ambulan diduga menjadi pemasok batu saat aksi unjuk rasa 

Diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya video ambulans membawa batu saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (26/9/2019) viral.

Dalam video beberapa polisi menggerebek sebuah ambulans yang diduga menjadi pemasok batu untuk unjuk rasa.

Awalnya video itu dibagikan oleh akun twitter @TMCPoldametro pukul 02.43 WIB.

“02:14 Polri amankan 5 kendaraan ambulan milik Pemprov DKI Jakarta yang digunakan untuk mengangkut batu dan bensin yang diduga untuk bom molotov di dekat Gardu Tol Pejompongan Jl. Gatot Subroto,” tulis @TMCPoldametrojaya

Namun, pantauan Wartakotalive.com pukul 08.00 WIB unggahan itu telah dihapus oleh TMC Polda. Cuitan yang sempat diretweet oleh Radio Elshinta itu juga sudah tidak dapat diakses.

Meski terhapus di twitter, video itu masih terunggah di media sosial instagram TMC Polda Metro Jaya

Oknum PMI Dituduh Bawa Batu dan Bensin

Video yang diunggah TMC itu kemudian viral di media sosial.

Terlihat beberapa polisi beratribut lengkap menggerebek sebuah ambluans aksi.

“Ini ambulan pembawa batu, penyuplai batu untuk para demonstran, ini mukanya nih, mukanya,” kata seorang polisi sambil mengarahkan kamera ke anggota berseragam PMI.

Terlihat logo Jakarta Timur di ambulance tersebut.

Di video lainnya, beberapa oknum PMI terlihat duduk berjejer.

Mereka disebut sebagai oknum PMI yang memasok batu di dalam ambulans.

Para pria berjaket PMI itu diam saat dituding membawa batu oleh si perekam video.

Wartakotalive.com sudah mencoba menghubungi Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Namun pesan yang dikirim belum dibaca oleh Kadis Widya.

Pihak Palang Merah Indonesia (PMI) juga belum mengklarifikasi kebenaran video tersebut. Wartakotalive.com sudah mencoba menghubungi Kepala Biro Humas PMI Pusat Aulia Arriani.

Polda Metro Jaya sudah membenarkan hal tersebut. Dikutip dari kompas.com Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan hal itu, Kamis (26/9/2019) pagi.

Video tentang ambulas milik Pemprov DKI yang berisi batu bensin itu beredar di media sosial. 

Argo menyebutkan, mobil ambulans itu diamankan pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.14 di dekat Gardu Tol Pejompongan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

"Ya benar (ada ambulans milik Pemprov DKI)," kata Argo saat dikonfirmasi Kompas.com.

Berdasarkan informasi dari akun instagram @TMCPoldaMetro, mobil ambulans tersebut diduga mengangkut batu dan bensin untuk bahan bom molotov.

Argo mengatakan, saat ini polisi telah membawa mobil ambulans itu ke Polda Metro Jaya.

"(Mobil ambulans beserta sopir) diamankan di Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan," ujar Argo.

Selain mengamankan mobil ambulans, polisi juga pada tadi malam mengamankan 570 pelajar SMP dan SMA.

Mereka diduga terlibat dalam kerusuhan demo pelajar yang dilakukan di sejumlah titik di dekat gedung DPR.

Diketahui aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI masih berlanjut. Bedanya aksi kali ini bukan hanya diikuti mahasiswa namun juga pelajar.

Ratusan pelajar dari berbagai sekolah sebelumnya datang menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (25/9/2019).

Namun, belum sampai di depan gedung wakil rakyat, langkah mereka terhenti, Polisi mencegat mereka, melarang mereka berdemonstrasi di depan gedung itu.

Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved