Breaking News:

Liga 1

Rencana Tidak Berjalan, Seto Nurdiyantoro Bertanggung Jawab Atas Kekalahan PS Sleman

Pelatih PS Sleman, Seto Nurdiyantoro, menyatakan bertanggung jawab dengan kekalahan Sleman dari Arema, karena salah strategi.

Editor: AC Pinkan Ulaan
instagram @aremafcofficial
Arema FC vs PSS Sleman 

PS Sleman dipecundangi Arema FC di pekan 20 Liga 1 2019, dengan kekalahan besar 0-4, Selasa (24/9) malam.

Pelatih PS Sleman, Seto Nurdiyantoro, mengatakan bertanggung jawab dnegan hasil minor tersebut.

Sebagaimana dilansir laman Liga Indonesia, Seto mengakui membuat kesalahan yang menghasilkan kekalahan dari Arema FC itu.

Dia juga mendapat banyak pelajaran yang bisa dipetik untuk pertandingan selanjunya.

"Ini murni kesalahan saya. Masalah komposisi pemain. Ini menjadi pembelajaran bagi saya pribadi. Mudah-mudahan ke depannya saya bisa lebih jeli mengatur komposisi pemain," kata Seto.

Seto menjelaskan, dia menyiapkan sejumlah rencana agar timnya bisa mengimbangi permainan Arema. Salah satunya adalah dengan memainkan Kushedya Hari Yudo di babak kedua. Namun, itu urung terjadi karena dia harus memasukkan pemain lain.

"Saya lihat pemain kami di bek kiri dan kanan hari ini dalam kondisi yang kurang bagus. Jadi, semua rencana kami untuk mengganti pemain tepat tidak terjadi," ucap Seto.

Mantan pelatih PSIM Jogja ini menambahkan, pemain PSS terlalu mudah kehilangan bola. Hal ini berdampak, Arema FC bisa leluasa melakukan serangan balik, di saat pertahanan PSS tak cukup solid.

"Masalah pertahanan seperti itu. Pertahanan ini artinya bukan hanya pemain belakang, tetapi juga pemain depan. Ini yang menjadi evaluasi kami," kata Seto.

Pertahanan PSS pada laga ini memang dengan mudah ditembus oleh Arema FC.

Kemarin, Seto tidak bisa memainkan pemain andalannya di lini belakang yakni Alfonso de la Cruz. Selain itu, PSS juga tak bisa memainkan Bagus Nirwanto dan Dery Rahman.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved